Breaking News
Categories
  • Akademik
  • Berita
  • Esai Ilmiah
  • Esai Umum
  • Feature
  • Jurnalistik
  • Kajian Ilmiah
  • Kajian Islam
  • Keislaman
  • Keislaman Populer
  • Literasi & Budaya
  • Opini Ilmiah
  • Opini Umum
  • Populer
  • Refleksi Islam
  • Refleksi Umum
  • Resensi Buku
  • Resensi Film
  • Sastra
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Basmalah itu Bagian dari Surah Al-Qur’an atau Bukan ?

    May 31 202627 Dilihat

    Tinjauan Ulama dalam Perspektif Ilmu Tafsir dan Ushul Fiqh

    Abstrak

    Kajian ini membahas tiga persoalan pokok seputar kedudukan Basmalah dalam Al-Qur’an: pertama, bagaimana para ulama dari berbagai mazhab memandang status Basmalah; kedua, dalil apa yang melandasi setiap pendapat tersebut; dan ketiga, pendapat mana yang paling rajih berdasarkan kaidah ilmu tafsir dan ushul fiqh. Dengan menggunakan metode tafsir muqaran (komparatif), kajian ini menelusuri sumber-sumber primer dari kitab tafsir, fikih, dan ulumul qur’an. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat tiga pendapat utama di kalangan ulama, masing-masing dengan dalil yang sahih dan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan, dan bahwa pendapat yang menyatakan Basmalah sebagai bagian dari setiap surah memiliki sandaran yang paling kuat berdasarkan fakta mushaf utsmani dan keterangan hadis.

    Kata Kunci: Basmalah, Surah Al-Qur’an, Ulumul Qur’an, Tafsir Muqaran, Ushul Fiqh, Mazhab.

    1. Pendahuluan

    1.1. Latar Belakang

    Basmalah, yakni kalimat Bismillahirrahmanirrahim, adalah kalimat yang paling sering diucapkan oleh umat Islam di seluruh dunia. Ia dibaca pada permulaan setiap aktivitas yang bernilai ibadah, pada awal setiap surah Al-Qur’an, serta pada berbagai ritual yang disyariatkan. Meskipun demikian, di balik keakrabannya yang luar biasa itu, tersimpan persoalan ilmiah yang telah diperdebatkan oleh para ulama selama lebih dari empat belas abad. Persoalan itu adalah: apakah Basmalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap surah Al-Qur’an, ataukah ia hanya menjadi bagian dari surah Al-Fatihah saja, ataukah ia sama sekali bukan bagian dari surah mana pun dan hanya berfungsi sebagai pemisah antar surah?

    Syaikh Dr. Muhammad Huwaidi dalam karyanya Khasha’ish wa Asrar wa Tafsir Bismillahirrahmanirrahim, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Dahsyatnya Bismillah oleh Maman Abdurrahman dan diterbitkan oleh Pustaka Hidayah pada tahun 2010, menjadikan persoalan ini sebagai salah satu pembahasan awal yang mendasar. Huwaidi memberikan bobot ilmiah yang signifikan terhadap riwayat-riwayat dari Ahlul Bait Nabi Muhammad saw. sebagai salah satu sumber penafsiran yang memperkuat posisi Basmalah sebagai bagian integral dari setiap surah.

    1.2. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang di atas, kajian ini merumuskan tiga pertanyaan yang menjadi pokok pembahasan. Pertama, bagaimana para ulama tafsir dan fikih dari berbagai mazhab memandang kedudukan Basmalah dalam Al-Qur’an? Kedua, dalil-dalil apa saja yang dijadikan landasan oleh masing-masing pendapat tersebut? Ketiga, pendapat mana yang paling rajih (kuat) berdasarkan kaidah-kaidah ilmu tafsir dan ushul fiqh?

    1.3. Tujuan Kajian

    Sejalan dengan rumusan masalah di atas, kajian ini bertujuan untuk mencapai tiga hal. Pertama, memetakan secara sistematis pendapat-pendapat ulama dari berbagai mazhab tentang kedudukan Basmalah dalam Al-Qur’an. Kedua, menguraikan dalil-dalil yang mendasari setiap pendapat tersebut secara akurat dan berimbang. Ketiga, mengevaluasi kekuatan masing-masing pendapat berdasarkan kaidah-kaidah ilmu tafsir dan ushul fiqh guna menentukan pendapat yang paling dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

    2. Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka

    2.1. Definisi dan Posisi Basmalah dalam Mushaf

    Basmalah tersusun dari kata ba’, ism, Allah, ar-Rahman, dan ar-Rahim. Secara keseluruhan ia bermakna ‘Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang’. Dalam mushaf Al-Qur’an yang telah disepakati oleh para sahabat Nabi saw. pada masa Khalifah Utsman bin Affan ra., Basmalah tercantum di awal setiap surah kecuali surah At-Taubah. Selain itu, Basmalah juga muncul di tengah surah An-Naml ayat 30 sebagai bagian dari isi surat yang dikirimkan oleh Nabi Sulaiman as. kepada Ratu Balqis. Fakta penulisan ini oleh sebagian ulama dianggap sebagai bukti terkuat bahwa Basmalah memiliki kedudukan yang sama dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang lain.

    إِنَّهُ مِن سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    (Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya isinya: Bismillahirrahmanirrahim. QS. An-Naml: 30)

    2.2. Dalil Utama dari Al-Qur’an dan Hadis

    Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah Azza wa Jalla berfirman: ‘Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, dan hamba-Ku akan mendapatkan apa yang ia minta. Apabila hamba-Ku mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, maka Allah berfirman: hamba-Ku memuji-Ku.’ Hadis ini dilanjutkan dengan uraian tentang setiap ayat Al-Fatihah, yang oleh sebagian ulama dijadikan sandaran bahwa Al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat yang dimulai dari Basmalah.

    Di sisi lain, Imam Muslim juga meriwayatkan dari Anas bin Malik ra. bahwa ia berkata: ‘Aku shalat di belakang Nabi saw., Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka semua memulai dengan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin dan aku tidak mendengar seorang pun dari mereka yang membaca Bismillahirrahmanirrahim.’ Riwayat ini menjadi dalil utama bagi ulama yang berpendapat bahwa Basmalah tidak dibaca dengan keras atau bahkan bukan bagian dari Al-Fatihah.

    2.3. Kajian Terdahulu yang Relevan

    Imam Ibn Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim membahas persoalan ini secara panjang lebar pada bagian tafsir surah Al-Fatihah. Ia menyebutkan bahwa Imam Syafi’i, Ahmad bin Hanbal dalam salah satu riwayat darinya, dan sejumlah sahabat serta tabi’in berpendapat bahwa Basmalah adalah ayat tersendiri pada awal setiap surah. Imam Al-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab menguraikan implikasi fiqhiyah dari perbedaan ini, khususnya dalam konteks shalat. Imam Al-Qurtubi dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an menambahkan dimensi qira’at dalam pembahasannya. Syaikh Huwaidi melengkapi khazanah ini dengan riwayat-riwayat dari Ahlul Bait yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam literatur tafsir arus utama.

    3. Metode Kajian

    Kajian ini menggunakan metode tafsir muqaran, yaitu metode perbandingan pendapat antar ulama yang masing-masing bersumber dari sumber primer yang dapat diverifikasi. Metode ini dipilih karena persoalan yang dibahas bersifat khilafiyah (mengandung perbedaan pendapat) sehingga tidak tepat diselesaikan hanya dengan satu sudut pandang. Langkah pertama adalah inventarisasi pendapat dari sumber-sumber primer. Langkah kedua adalah identifikasi dalil yang mendasari setiap pendapat. Langkah ketiga adalah evaluasi kritis menggunakan kaidah-kaidah ilmu tafsir, ilmu hadis, dan ushul fiqh. Sumber primer yang digunakan mencakup Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Tafsir Ibn Katsir, Al-Majmu’ Al-Nawawi, An-Nasyr fi Al-Qira’at Al-‘Asyr karya Ibn Al-Jazari, Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an karya Al-Qurtubi, dan Dahsyatnya Bismillah karya Syaikh Dr. Muhammad Huwaidi.

    4. Pembahasan dan Analisis

    Pembahasan berikut ini disusun sesuai dengan tiga pertanyaan yang telah dirumuskan, yakni memetakan pendapat ulama, menguraikan dalil masing-masing, dan mengevaluasi pendapat yang paling rajih.

    4.1. Pemetaan Pendapat Ulama dari Berbagai Mazhab

    Para ulama terbagi ke dalam tiga pendapat utama. Pendapat pertama menyatakan bahwa Basmalah adalah ayat yang berdiri sendiri pada awal setiap surah Al-Qur’an. Pendapat ini dipegang oleh Imam Asy-Syafi’i, Imam Ibn Katsir, dan mayoritas ulama Syafi’iyyah. Pendapat kedua menyatakan bahwa Basmalah hanyalah bagian dari surah Al-Fatihah saja dan bukan merupakan bagian dari surah-surah lainnya. Pendapat ini dipegang oleh sebagian ulama Hanabilah dan beberapa ulama salaf. Pendapat ketiga, yang merupakan pendapat mazhab Maliki dan sebagian ulama Hanafi, menyatakan bahwa Basmalah sama sekali bukan bagian dari surah Al-Qur’an mana pun dan hanya berfungsi sebagai fashl (pemisah) antar surah.

    Syaikh Huwaidi menambahkan dimensi keempat berupa riwayat dari para Imam Ahlul Bait yang secara konsisten dan tegas menyatakan bahwa Basmalah adalah bagian dari Al-Fatihah sekaligus bagian dari setiap surah. Imam Ja’far Ash-Shadiq ra. sebagaimana dikutip oleh Huwaidi menyatakan bahwa meninggalkan Basmalah dalam shalat adalah sama dengan meninggalkan sebagian dari Al-Qur’an itu sendiri.

    4.2. Dalil yang Mendasari Setiap Pendapat

    Pendapat pertama bersandar pada tiga dalil utama. Pertama, fakta bahwa seluruh sahabat Nabi saw. yang terlibat dalam penulisan mushaf utsmani secara ijma’ (konsensus) menuliskan Basmalah di awal setiap surah. Ijma’ sahabat adalah salah satu sumber hukum tertinggi dalam ushul fiqh. Kedua, hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya dari Ibn Abbas ra. yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw. tidak mengetahui pemisahan antar surah hingga turunnya Basmalah. Ketiga, riwayat dari Ahlul Bait sebagaimana dikutip Huwaidi yang menegaskan wajibnya membaca Basmalah dalam shalat.

    Pendapat kedua bersandar pada hadis Abu Hurairah ra. dalam Shahih Muslim tentang pembagian Al-Fatihah menjadi tujuh ayat, di mana jika Basmalah dihitung sebagai ayat pertama maka jumlahnya tepat tujuh. Pendapat ketiga bersandar pada riwayat Anas bin Malik ra. dalam Shahih Muslim yang telah disebutkan di atas, serta pada praktik shalat yang diriwayatkan dari Imam Malik bahwa beliau tidak pernah membaca Basmalah dengan keras maupun pelan dalam shalat.

    4.3. Evaluasi dan Penentuan Pendapat yang Paling Rajih

    Berdasarkan kaidah-kaidah ilmu tafsir dan ushul fiqh, pendapat pertama memiliki sandaran yang paling kuat dengan alasan berikut. Dalam hierarki sumber hukum Islam, ijma’ sahabat menempati posisi yang sangat tinggi. Fakta bahwa seluruh sahabat secara bulat menuliskan Basmalah dalam mushaf utsmani tanpa ada seorang pun yang menolaknya merupakan bukti yang hampir tidak mungkin dibantah. Imam Al-Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan bahwa riwayat Anas bin Malik ra. yang menjadi sandaran pendapat ketiga tidak secara eksplisit menyatakan bahwa Basmalah tidak dibaca, melainkan hanya menunjukkan bahwa bacaan secara lahiriyah dimulai dengan lafazh Alhamdulillah. Hal ini dapat ditafsirkan bahwa Basmalah dibaca namun tidak dikeraskan, atau bahwa penyebutan Alhamdulillah merujuk pada nama surah bukan awal bacaan.

    Adapun riwayat Ahlul Bait yang dikutip Syaikh Huwaidi memperkuat pendapat pertama dari jalur transmisi yang berbeda namun sejalan. Ini menunjukkan bahwa posisi Basmalah sebagai bagian dari setiap surah tidak hanya didukung oleh ulama Syafi’iyyah tetapi juga oleh tradisi keilmuan Ahlul Bait yang memiliki jalur periwayatan tersendiri.

    5. Hikmah dan Implikasi

    Kajian ini memiliki dua implikasi utama. Pertama, implikasi teologis: bahwa Basmalah bukan sekadar kalimat pembuka yang bersifat seremonial, melainkan merupakan bagian organik dari kitab suci yang menuntut perhatian ilmiah yang serius. Persoalan ini menyentuh dasar-dasar metodologi penetapan teks Al-Qur’an yang telah dirumuskan oleh para ulama selama berabad-abad. Kedua, implikasi fiqhiyyah: perbedaan pendapat tentang status Basmalah berdampak langsung pada tata cara shalat, khususnya apakah Basmalah dibaca keras, pelan, atau tidak dibaca sama sekali dalam shalat. Perbedaan ini hendaknya dipahami sebagai kekayaan khazanah fiqh Islam yang lahir dari kejujuran ilmiah, bukan sebagai perpecahan.

    6. Kesimpulan

    Berdasarkan pembahasan terhadap tiga rumusan masalah yang telah ditetapkan, kajian ini menyimpulkan tiga hal yang sejajar. Pertama, terdapat tiga pendapat utama di kalangan ulama dari berbagai mazhab tentang kedudukan Basmalah: sebagian menyatakan ia bagian dari setiap surah, sebagian menyatakan ia hanya bagian dari Al-Fatihah, dan sebagian lainnya menyatakan ia bukan bagian dari surah mana pun. Ketiga pendapat ini memiliki sandaran ilmiah yang diakui dan tidak satu pun dapat diabaikan begitu saja. Kedua, setiap pendapat bersandar pada dalil yang sahih, baik berupa ijma’ sahabat, hadis dalam Shahih Muslim, riwayat dalam Sunan Abu Dawud, maupun riwayat dari Ahlul Bait Nabi saw. yang dikutip secara sistematis oleh Syaikh Huwaidi. Ketiga, setelah dievaluasi menggunakan kaidah ushul fiqh, pendapat yang menyatakan Basmalah sebagai bagian dari setiap surah adalah pendapat yang paling rajih, terutama karena ia bersandar pada ijma’ sahabat dalam penulisan mushaf utsmani yang merupakan sumber otoritas tertinggi dalam penetapan teks Al-Qur’an.

    Daftar Pustaka

    Al-Qur’an Al-Karim.

    Huwaidi, Muhammad. Dahsyatnya Bismillah: Rahasia, Keutamaan dan Tafsir atas Kalimat Basmalah. Terjemahan Maman Abdurrahman. Bandung: Pustaka Hidayah, 2010.

    Ibn Katsir, Ismail bin Umar. Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim. Jilid 1. Beirut: Dar Ibn Hazm, 1997.

    Al-Nawawi, Yahya bin Syaraf. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Jilid 3. Beirut: Dar Al-Fikr, t.t.

    Ibn Al-Jazari, Muhammad bin Muhammad. An-Nasyr fi Al-Qira’at Al-‘Asyr. Jilid 1. Kairo: Al-Maktabah Al-Tawfiqiyyah, t.t.

    Muslim bin Al-Hajjaj. Shahih Muslim. Jilid 1. Beirut: Dar Ihya’ Al-Turats Al-Arabi, t.t.

    Abu Dawud, Sulaiman bin Al-Asy’ats. Sunan Abu Dawud. Jilid 1. Beirut: Al-Maktabah Al-Ashriyyah, t.t.

    Al-Qurtubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an. Jilid 1. Kairo: Dar Al-Kutub Al-Mishriyyah, 1964.

    Kontributor: Nur Kholis

    Editor: Dani Habibi, M.Ag.

    Share to

    Written by

    Dosen PAI Poltekkes Kemenkes Riau

    Related News

    Benarkah Semua Isi Basmalah Terangkum da...

    by Nur Kholis Jun 02 2026

    Kajian Tafsir atas Doktrin Pemadatan Makna dalam Tradisi Keilmuan Islam ABSTRAK Kajian ini membahas ...

    Relevansi Nilai-Nilai Islam Sebagai Fond...

    by M. Ramaditiya Jun 02 2026

    1. PENDAHULUAN Dunia terus berubah dengan akselerasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Revolusi ...

    Lebih dari Sekadar Tempat Sujud: Bagaima...

    by R. Achmad Riaz Raihan Jun 01 2026

    1. Pendahuluan Masjid telah lama berdiri sebagai institusi sentral dalam sejarah dan peradaban Islam...

    Benarkah Semua Isi Al-Fatihah Terangkum ...

    by Nur Kholis Jun 01 2026

    Kajian Tafsir atas Kedudukan Basmalah sebagai Inti Surah Al-Fatihah ABSTRAK Kajian ini membahas tiga...

    Paradigma Al-Qur’an dalam Membentu...

    by Abdi Muhamad May 31 2026

    1. PENDAHULUAN Era digital yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komuni...

    Benarkah Semua Isi Al-Qur’an Teran...

    by Nur Kholis May 31 2026

    Kajian Tafsir atas Doktrin Ijmal Al-Qur’an dalam Surah Al-Fatihah ABSTRAK Kajian ini membahas ...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Jurnal Dedikasi

    Jurnal Madani

    Jurnal Cendekia

    Other News

    Urutan Hewan Kurban Terbaik Menurut Para Ulama

    1. PENDAHULUAN Ketika seseorang sudah memantapkan niat untuk berkurban, pertanyaan berikutnya sering muncul: “Hewan apa yang paling baik u...

    28 May 2026

    Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus Berinte...

    1. PENDAHULUAN Latar Belakang Integritas akademik merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pendidikan tinggi yang berkualitas. Nilai-nilai ...

    Evaluasi Efektivitas Penyuluhan Anti Korupsi

    PENDAHULUAN Korupsi telah menjadi masalah struktural dan endemik di Indonesia selama puluhan tahun, merusak fondasi pembangunan nasional dengan ...

    Mengemas Penyuluhan Anti Korupsi Agar Tidak Men...

    1. PENDAHULUAN Korupsi masih menjadi salah satu permasalahan serius yang dihadapi Indonesia hingga saat ini. Berbagai upaya telah dilakukan untu...

    Metode dan Media Penyuluhan Anti Korupsi : Pela...

    1. PENDAHULUAN Korupsi merupakan salah satu permasalahan sosial yang sangat serius dan hingga saat ini masih menjadi tantangan besar dalam prose...

    08 Apr 2026
    back to top