Nur Kholis • May 29 2026 • 12 Dilihat

Banyak orang yang sudah menyiapkan hewan kurban dengan baik, memilih hewan yang sehat dan memenuhi syarat, bahkan rela antri panjang di pasar hewan. Namun ketika pisau sudah di tangan dan hewan siap disembelih, mereka tiba-tiba bingung: “Doa apa yang harus dibaca?”
Sebagian hanya membaca “Bismillah” lalu langsung menyembelih. Sebagian lagi mengikuti bacaan orang di sebelahnya tanpa tahu artinya. Ada pula yang khawatir: jika bacaannya salah atau lupa, apakah kurbannya tetap sah?
Kekhawatiran ini perlu dijernihkan dengan pemahaman yang benar. Antara bacaan yang wajib, yang sunnah, dan yang sekadar keliru dipahami sebagai keharusan, ketiganya perlu dibedakan dengan jelas.
Para ulama sepakat bahwa satu-satunya bacaan yang wajib dibaca saat menyembelih adalah basmalah, yaitu:
ุจูุณูู ู ุงูููู
“Dengan nama Allah.”
Kewajiban membaca basmalah ini didasarkan pada firman Allah ๏ทป:
ููููุง ุชูุฃููููููุง ู ูู ููุง ููู ู ููุฐูููุฑู ุงุณูู ู ุงูููู ุนููููููู
“Dan janganlah kamu memakan dari apa yang tidak disebut nama Allah atasnya.” (QS. Al-An’am: 121)
Dalam mazhab Syafi’i, jika basmalah sengaja ditinggalkan, maka sembelihan menjadi haram dimakan. Namun jika terlupa, mayoritas ulama Syafi’iyyah berpendapat sembelihan tetap halal, berdasarkan kaidah bahwa kelupaan dimaafkan.
Perlu dicatat: basmalah di sini cukup dengan “Bismillah” saja. Menambahkan “Ar-Rahman Ar-Rahim” boleh, tetapi tidak diwajibkan dalam konteks penyembelihan.
Selain basmalah, disunnahkan menambahkan takbir:
ุงูููู ุฃูููุจูุฑู
“Allah Maha Besar.”
Sehingga bacaan lengkapnya menjadi:
ุจูุณูู ู ุงููููุ ุงูููู ุฃูููุจูุฑู
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”
Dalam riwayat yang shahih, Nabi ๏ทบ membaca basmalah dan takbir saat menyembelih hewan kurbannya (HR. Bukhari no. 5558 dan Muslim no. 1966). Inilah bacaan minimal yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ๏ทบ.
Selain basmalah dan takbir, ada doa tambahan yang disunnahkan secara khusus dalam ibadah kurban, yaitu:
ุงููููููู ูู ููุฐูุง ู ููููู ููููููุ ููุฐูุง ุนููููู
“Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini dariku.”
Jika kurban diniatkan untuk orang lain atau atas nama orang lain, maka “anni” diganti dengan nama shohibul kurban:
ุงููููููู ูู ููุฐูุง ู ููููู ููููููุ ููุฐูุง ุนููู ููููุงูู
“Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini dari fulan (sebut nama).”
Doa ini diriwayatkan dari praktik Nabi ๏ทบ dan para sahabat, dan menjadi pembeda antara penyembelihan kurban dengan penyembelihan biasa.
Berikut urutan bacaan yang dianjurkan para ulama, dari awal hingga pisau digerakkan:
Pertama, saat membaringkan hewan dan menghadapkannya ke kiblat, baca:
ุฅููููู ููุฌููููุชู ููุฌููููู ูููููุฐูู ููุทูุฑู ุงูุณููู ูุงููุงุชู ููุงููุฃูุฑูุถู ุญููููููุง ููู ูุง ุฃูููุง ู ููู ุงููู ูุดูุฑูููููู
“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Al-An’am: 79)
Kedua, saat pisau sudah siap dan hendak disembelih, baca:
ุจูุณูู ู ุงููููุ ุงูููู ุฃูููุจูุฑูุ ุงููููููู ูู ููุฐูุง ู ููููู ููููููุ ููุฐูุง ุนููููู ููุนููู ุฃููููู ุจูููุชูู
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini dariku dan dari keluargaku.”
Jika mewakili orang lain, bacaan terakhir diubah menjadi “hadzaa ‘an fulan” (ini dari fulan, sebut nama shohibul kurban).
Sebagian masyarakat meyakini bahwa membaca shalawat saat menyembelih adalah wajib atau termasuk syarat sahnya sembelihan. Ini adalah pemahaman yang perlu diluruskan.
Shalawat kepada Nabi ๏ทบ tidak termasuk bacaan wajib maupun sunnah yang secara spesifik disebut dalam konteks penyembelihan kurban. Membacanya tentu tidak dilarang dan bernilai kebaikan, namun menjadikannya bagian dari ritual penyembelihan yang wajib dibaca tidak memiliki dasar dalil yang kuat.
Yang wajib tetaplah basmalah, dan yang sunnah adalah takbir serta doa “Allahumma haadza minka wa laka.”
Jika penyembelihan diwakilkan kepada panitia, maka kewajiban membaca basmalah beralih kepada penyembelih, bukan shohibul kurban. Shohibul kurban tidak perlu khawatir soal bacaan selama ia telah menyerahkan niat dan akad wakilnya dengan jelas kepada panitia.
Namun jika shohibul kurban hadir dan ingin ikut serta, ia boleh membaca doa “Allahumma haadza minka wa laka, hadzaa ‘anni” secara bersamaan dengan penyembelih sebagai bentuk penghayatan ibadah.
Ibadah kurban adalah momen yang sarat makna. Setiap bacaan yang diucapkan saat penyembelihan bukan sekadar ritual pelengkap, melainkan ungkapan pengakuan bahwa hewan yang disembelih ini berasal dari Allah dan dikembalikan kepada-Nya.
Yang perlu diingat: basmalah adalah satu-satunya bacaan wajib. Takbir dan doa “Allahumma haadza minka wa laka” adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Keduanya cukup singkat, mudah dihafal, dan insyaallah membuat momen penyembelihan terasa jauh lebih bermakna dan khusyuk.
Semoga Allah ๏ทป menerima setiap ibadah kurban kita dan menjadikannya tanda ketakwaan yang tulus di hadapan-Nya. Aamiin.
QS. Al-An’am: 79 dan 121
HR. Bukhari no. 5558 dan Muslim no. 1966 (bacaan Nabi saat menyembelih)
Al-Nawawi, Yahya bin Syaraf. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Juz 8. Dar al-Fikr.
Al-Syarbini, Khatib. Mughni al-Muhtaj. Juz 4. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
KH. Abdul Wahid Al-Faizin. Meluruskan Salah Kaprah Praktik Kurban di Masyarakat. Materi Kelas NU Online Institute. Jakarta, 2025.
Kontributor: Nur Kholis
Editor: Ahmad Fauzi, M.Pd.
Kajian Tafsir atas Doktrin Pemadatan Makna dalam Tradisi Keilmuan Islam ABSTRAK Kajian ini membahas ...
1. PENDAHULUAN Dunia terus berubah dengan akselerasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Revolusi ...
1. Pendahuluan Masjid telah lama berdiri sebagai institusi sentral dalam sejarah dan peradaban Islam...
Kajian Tafsir atas Kedudukan Basmalah sebagai Inti Surah Al-Fatihah ABSTRAK Kajian ini membahas tiga...
1. PENDAHULUAN Era digital yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komuni...
Kajian Tafsir atas Doktrin Ijmal Al-Qur’an dalam Surah Al-Fatihah ABSTRAK Kajian ini membahas ...

1. PENDAHULUAN Dunia modern menyaksikan paradoks yang mencolok: kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat tidak diimbangi dengan perkem...

1. PENDAHULUAN Latar Belakang Korupsi merupakan permasalahan struktural yang telah lama menghambat pembangunan di Indonesia. Dampaknya tidak han...

Kajian Tafsir atas Kedudukan Basmalah sebagai Inti Surah Al-Fatihah ABSTRAK Kajian ini membahas tiga persoalan pokok: pertama, bagaimana para ul...

1. PENDAHULUAN Permasalahan gizi masyarakat, khususnya stunting, masih menjadi isu kesehatan yang serius di Indonesia. Stunting merupakan kondis...

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ๐ BACA JUGA Negara-Negara yang Relatif Bersih dari Korupsi: Studi Komparatif (Analisis Kebijakan Publik da...

No comments yet.