Alfiah Arsinta Sari • Oct 30 2026 • 21 Dilihat

Profesi keperawatan memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada individu, keluarga, dan masyarakat. Perawat tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga sikap profesional, etis, bertanggung jawab, dan berintegritas. Karena berhadapan dengan pasien yang berada dalam kondisi rentan, perawat harus memberikan pelayanan yang aman, manusiawi, dan dapat dipercaya. Standar profesi perawat di Indonesia menempatkan kompetensi dan kode etik sebagai bagian penting dari profesionalisme (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020).
Dalam perspektif Islam, terdapat empat sifat utama yang dapat menjadi pedoman dalam membentuk karakter profesional, yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Siddiq berarti jujur dan benar, amanah berarti dapat dipercaya dan bertanggung jawab, tabligh berarti menyampaikan kebenaran dengan baik, sedangkan fathanah berarti cerdas dan bijaksana. Keempat sifat tersebut tidak hanya relevan dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan profesional, termasuk dalam praktik keperawatan. Penerapan nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan moral bagi perawat untuk memberikan pelayanan yang berkualitas sekaligus menjaga kepercayaan pasien.
Integritas profesional perawat tidak cukup hanya dilihat dari kemampuan melakukan tindakan keperawatan. Integritas juga terlihat dari bagaimana perawat bersikap ketika menghadapi masalah, menyampaikan informasi, menjaga rahasia pasien, mengambil keputusan, serta melaksanakan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, nilai siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah dapat dipandang sebagai kerangka moral yang mendukung terbentuknya perawat profesional.
Siddiq merupakan nilai yang menekankan kejujuran dan kebenaran dalam perkataan maupun tindakan. Dalam praktik keperawatan, sikap siddiq dapat diwujudkan melalui kejujuran dalam melakukan dokumentasi, menyampaikan kondisi pasien, melaporkan hasil pengkajian, dan mengakui kesalahan yang mungkin terjadi selama memberikan pelayanan. Perawat tidak seharusnya mengubah atau menyembunyikan informasi penting yang berkaitan dengan keselamatan pasien hanya untuk menghindari teguran atau menjaga citra pribadi. Kejujuran merupakan bagian penting dari hubungan profesional karena pasien perlu percaya bahwa informasi yang diterima dari perawat dapat dipertanggungjawabkan.
Nilai kejujuran juga berkaitan erat dengan kepercayaan pasien. Literatur mengenai nilai-nilai etika keperawatan menunjukkan bahwa kepercayaan merupakan salah satu nilai penting dalam hubungan perawat dengan pasien dan dibangun melalui kejujuran dalam perkataan maupun tindakan (Shahriari et al., 2013). Penelitian Bahari et al. (2024) juga menunjukkan adanya hubungan positif antara kepercayaan pasien terhadap perawat dengan kualitas pelayanan keperawatan. Dengan demikian, siddiq bukan hanya menjadi nilai moral, tetapi juga memiliki hubungan dengan kualitas hubungan profesional antara perawat dan pasien.
Selanjutnya, amanah berarti dapat dipercaya dan mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik. Perawat menerima amanah untuk memberikan asuhan keperawatan kepada pasien sesuai dengan kompetensi dan standar profesinya. Bentuk amanah dapat terlihat ketika perawat melaksanakan tindakan sesuai prosedur, menjaga kerahasiaan informasi pasien, menggunakan fasilitas kesehatan secara bertanggung jawab, serta tidak membeda-bedakan pasien dalam memberikan pelayanan. Amanah juga berarti perawat tidak menyalahgunakan kepercayaan pasien untuk kepentingan pribadi.
Dalam pelayanan kesehatan, pasien menyerahkan sebagian informasi pribadi dan kondisi dirinya kepada tenaga kesehatan. Oleh sebab itu, menjaga kerahasiaan merupakan salah satu bentuk nyata dari amanah. Perawat harus memahami bahwa informasi mengenai kondisi pasien bukanlah sesuatu yang boleh disebarluaskan secara sembarangan. Hal tersebut semakin penting pada era digital karena penggunaan media komunikasi dan media sosial dapat menimbulkan risiko terhadap kerahasiaan pasien. Profesionalisme digital menjadi bagian yang semakin penting dalam menjaga kerahasiaan, tanggung jawab, dan kepercayaan masyarakat terhadap profesi keperawatan.
Nilai berikutnya adalah tabligh, yaitu kemampuan menyampaikan informasi dengan benar, jelas, dan bijaksana. Dalam keperawatan, komunikasi merupakan bagian yang sangat penting karena hampir setiap tindakan keperawatan membutuhkan interaksi antara perawat, pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan lainnya. Komunikasi yang efektif dapat membantu pasien memahami kondisi kesehatan dan rencana perawatannya. Perawat juga perlu menggunakan bahasa yang sederhana agar informasi dapat dipahami oleh pasien sesuai dengan tingkat pendidikan, kondisi, dan kebutuhannya.
Komunikasi yang baik tidak hanya berarti berbicara, tetapi juga mencakup kemampuan mendengarkan, memberikan kesempatan kepada pasien untuk menyampaikan keluhan, menunjukkan empati, dan memastikan bahwa informasi telah dipahami. Kourkouta dan Papathanasiou (2014) menjelaskan bahwa komunikasi merupakan bagian penting dalam hubungan perawat dan pasien serta berpengaruh terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik yang efektif dapat membantu pasien dan keluarga memperoleh informasi yang jelas serta membangun kepercayaan kepada perawat (Sesrianty et al., 2026). Oleh karena itu, penerapan tabligh dapat memperkuat hubungan terapeutik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Fathanah berarti kecerdasan, kemampuan memahami persoalan, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Seorang perawat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mampu memberikan asuhan keperawatan yang tepat. Fathanah tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, mengendalikan emosi, dan menentukan tindakan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Dalam situasi tertentu, perawat dapat menghadapi kondisi yang membutuhkan keputusan cepat dan tepat. Misalnya, ketika terjadi perubahan kondisi pasien, perawat harus mampu melakukan pengkajian, mengenali masalah, menentukan prioritas, serta melakukan tindakan sesuai kewenangan dan standar profesi. Kemampuan tersebut membutuhkan pengetahuan sekaligus kebijaksanaan. Oleh karena itu, perawat perlu terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, membaca literatur ilmiah, dan mengikuti perkembangan ilmu keperawatan.
Keempat nilai tersebut pada dasarnya saling melengkapi. Siddiq memberikan dasar kejujuran, amanah memberikan dasar tanggung jawab, tabligh memberikan dasar komunikasi, sedangkan fathanah memberikan dasar kecerdasan dan kebijaksanaan. Apabila diterapkan secara bersamaan, keempatnya dapat membentuk karakter perawat yang memiliki integritas profesional. Seorang perawat yang cerdas tetapi tidak jujur dapat kehilangan kepercayaan pasien. Begitu pula perawat yang jujur tetapi tidak memiliki kompetensi yang memadai dapat mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan yang tepat. Karena itu, integritas profesional membutuhkan keseimbangan antara kemampuan, moral, tanggung jawab, dan komunikasi.
Penerapan kerangka tersebut juga dapat membantu perawat menghadapi dilema etik. Dalam kondisi ketika perawat menemukan kesalahan dokumentasi atau tindakan, misalnya, nilai siddiq mendorong perawat untuk berkata jujur, amanah mendorongnya untuk bertanggung jawab, tabligh membantu menyampaikan informasi kepada pihak yang berkepentingan dengan cara yang tepat, sedangkan fathanah membantu menentukan langkah penyelesaian yang paling aman bagi pasien. Dengan demikian, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam berbagai situasi pelayanan.
Integritas profesional juga harus dipertahankan dalam hubungan dengan sesama tenaga kesehatan. Perawat bekerja dalam tim sehingga membutuhkan komunikasi, kerja sama, saling menghargai, dan rasa tanggung jawab. Kajian mengenai kepercayaan antarprofesi di lingkungan rumah sakit menunjukkan bahwa komunikasi, kejujuran, kerahasiaan, dan keterbukaan merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan antaranggota tim (Alves et al., 2024). Hal ini memperlihatkan bahwa nilai yang terkandung dalam siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah tidak hanya bermanfaat dalam hubungan perawat dengan pasien, tetapi juga dalam hubungan profesional dengan rekan kerja.
Landasan Al-Qur’an dan Hadis dalam Integritas Profesional
Nilai siddiq memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an. Allah Swt. Berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar” (QS. Al-Ahzab [33]: 70). Ayat ini menunjukkan bahwa seorang muslim dituntut untuk membangun kebiasaan berkata benar. Dalam profesi keperawatan, pesan tersebut dapat diterapkan melalui kejujuran ketika melakukan pengkajian, dokumentasi, menyampaikan informasi kesehatan, maupun melaporkan kesalahan. Kejujuran menjadi dasar kepercayaan pasien dan sejalan dengan nilai etika keperawatan seperti honesty, commitment, dan professional competency (Shahriari et al., 2013).
Nilai amanah juga ditegaskan melalui hadis Nabi Muhammad saw., “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis tersebut menekankan bahwa setiap tanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban. Bagi perawat, amanah berarti menjalankan kewenangan sesuai kompetensi, menjaga privasi pasien, melaksanakan tindakan secara hati-hati, serta bertanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan yang dilakukan. Prinsip ini penting karena pelayanan keperawatan berhubungan langsung dengan keselamatan dan martabat manusia.
Landasan tersebut memperlihatkan bahwa nilai agama tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diterjemahkan menjadi perilaku profesional. Tabligh dapat diwujudkan melalui komunikasi yang jujur, jelas, empatik, dan menjaga kerahasiaan. Komunikasi yang baik merupakan bagian penting dari keberhasilan asuhan keperawatan dan membantu membangun hubungan yang baik antara perawat dan pasien (Kourkouta & Papathanasiou, 2014). Penelitian Bahari et al. (2024) juga menunjukkan bahwa kepercayaan pasien berkaitan dengan kualitas pelayanan dan keterampilan komunikasi perawat. Sementara itu, fathanah menuntut perawat untuk terus belajar, berpikir kritis, dan mengambil keputusan berdasarkan ilmu serta pertimbangan etis.
Penerapan keempat sifat tersebut juga relevan ketika perawat menghadapi dilema etik. Penelitian Yildirim dan Kocatepe (2022) menunjukkan bahwa perawat dapat menghadapi persoalan etik dan bahwa nilai profesional serta sensitivitas moral penting dalam pengambilan keputusan. Karena itu, integritas perlu dilatih melalui pendidikan etika, refleksi, diskusi kasus, dan pengalaman praktik. Ertuğrul et al. (2022) menunjukkan bahwa pendidikan etika dapat mendukung tanggung jawab profesional. Dengan demikian, siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah dapat menghubungkan ajaran agama dengan tuntutan profesionalisme perawat.
Siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah merupakan nilai-nilai yang dapat menjadi landasan dalam membangun integritas profesional perawat. Siddiq mengajarkan perawat untuk bersikap jujur dalam perkataan, dokumentasi, dan tindakan. Amanah mengajarkan tanggung jawab, kepercayaan, serta kewajiban menjaga kerahasiaan pasien. Tabligh mengajarkan pentingnya komunikasi yang benar, jelas, dan bijaksana. Sementara itu, fathanah mendorong perawat untuk terus mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
Penerapan keempat nilai tersebut dapat membantu membentuk perawat yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang kuat. Integritas profesional pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan pasien, mendukung hubungan terapeutik, dan membantu terciptanya pelayanan keperawatan yang aman serta berkualitas. Oleh karena itu, siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah dapat dijadikan sebagai kerangka nilai yang relevan untuk memperkuat profesionalisme perawat dalam menjalankan tanggung jawabnya kepada pasien, masyarakat, dan profesinya.
Sebagai rekomendasi, nilai siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah perlu dibiasakan sejak pendidikan melalui Pendidikan Agama, etika, simulasi. Mahasiswa dan perawat perlu melakukan evaluasi diri agar nilai tersebut menjadi bagian dari perilaku sehari-hari dalam pelayanan.
Al-Qur’an. (n.d.). Al-Ahzab [33]: 70.
Al-Bukhari, M. I., & Muslim, I. H. (n.d.). Hadis tentang tanggung jawab kepemimpinan (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahari, Z., Vosoghi, N., Ramazanzadeh, N., Moshfeghi, S., & Aghamohammadi, M. (2024). Patient trust in nurses: Exploring the relationship with care quality and communication skills in emergency departments. BMC Nursing, 23, 595. https://doi.org/10.1186/s12912-024-02241-z
Ertuğrul, B., Arslan, G. G., Ayik, C., & Özden, D. (2022). The effects of an ethics laboratory program on moral sensitivity and professional values in nursing students: A randomized controlled study. Nurse Education Today, 111, 105290. https://doi.org/10.1016/j.nedt.2022.105290
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Standar profesi perawat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kourkouta, L., & Papathanasiou, I. V. (2014). Communication in nursing practice. Materia Socio-Medica, 26(1), 65–67. https://doi.org/10.5455/msm.2014.26.65-67
Shahriari, M., Mohammadi, E., Abbaszadeh, A., & Bahrami, M. (2013). Nursing ethical values and definitions: A literature review. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 18(1), 1–8.
Yildirim, D., & Kocatepe, V. (2022). Professional values and ethical sensitivities of nurses in COVID-19 pandemic. Nursing Forum, 57(6), 1111–1119. https://doi.org/10.1111/nuf.12797
Kontributor: Alfiah Arsinta Sari
Editor: Dani Habibi, M.Ag.
PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. HAM ...
Pendahuluan Perkembangan dunia kesehatan dewasa ini yang didominasi oleh teknologi medis yang semaki...
1. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang ke...
PENDAHULUAN Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberik...
PENDAHULUAN Profesi keperawatan merupakan pekerjaan yang menuntut kemampuan teknis sekaligus kematan...
Pendahuluan Politik merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena melalui po...

1. PENDAHULUAN Korupsi merupakan salah satu persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan nasional Indonesia. P...

1. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidik...

1. PENDAHULUAN Korupsi masih menjadi salah satu permasalahan serius yang dihadapi Indonesia hingga saat ini. Berbagai upaya telah dilakukan untu...

1. PENDAHULUAN Kehadiran teknologi Kecerdasan Buatan (AI), khususnya Generative AI seperti model bahasa besar, telah membawa revolusi luar biasa...

1. PENDAHULUAN Indonesia adalah negara yang lahir dari pertemuan berbagai suku, budaya, dan agama. Sejak awal berdirinya, para pendiri bangsa su...

No comments yet.