Breaking News
Categories
  • Akademik
  • Berita
  • Esai Ilmiah
  • Esai Umum
  • Feature
  • Jurnalistik
  • Kajian Ilmiah
  • Kajian Islam
  • Keislaman
  • Keislaman Populer
  • Literasi & Budaya
  • Opini Ilmiah
  • Opini Umum
  • Populer
  • Refleksi Islam
  • Refleksi Umum
  • Resensi Buku
  • Resensi Film
  • Sastra
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Antara Amanah Ilmu dan Kemudahan AI

    Jun 09 20263 Dilihat

    Dilema Mahasiswa Muslim di Era Kecerdasan Buatan

    1. PENDAHULUAN

    Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Kehadiran berbagai platform berbasis AI, seperti ChatGPT dan teknologi generatif lainnya, memungkinkan mahasiswa memperoleh informasi, menyusun ide, hingga menyelesaikan tugas akademik dengan lebih cepat dan mudah. Kemudahan ini menghadirkan peluang baru dalam proses pembelajaran, tetapi pada saat yang sama juga menimbulkan berbagai persoalan etis yang perlu diperhatikan. UNESCO (2023) menegaskan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan memiliki potensi besar untuk mendukung pembelajaran, namun juga menimbulkan risiko terkait integritas akademik, akurasi informasi, dan tanggung jawab pengguna.

    Bagi mahasiswa Muslim, perkembangan AI tidak hanya menimbulkan pertanyaan akademik, tetapi juga pertanyaan moral dan keagamaan. Islam memandang ilmu sebagai amanah yang harus diperoleh, dipahami, dan digunakan secara bertanggung jawab. Ketika AI mampu menghasilkan jawaban secara instan, muncul dilema antara memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu belajar dan ketergantungan yang dapat mengurangi proses pencarian ilmu secara sungguh-sungguh. Situasi ini menjadi semakin relevan karena penelitian terhadap mahasiswa pendidikan Islam di Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan AI generatif telah menjadi bagian dari aktivitas akademik sehari-hari.

    Oleh karena itu, pembahasan mengenai hubungan antara amanah ilmu dan kemudahan AI menjadi penting. Artikel ini berpendapat bahwa AI dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi mahasiswa Muslim apabila digunakan secara etis dan bertanggung jawab, namun dapat menjadi ancaman bagi integritas akademik apabila menggantikan proses belajar yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa sendiri.

    2. PERNYATAAN OPINI / TESIS

    Menurut saya, kehadiran AI tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam selama digunakan sebagai alat bantu untuk memperkuat proses pembelajaran. Namun, ketika AI digunakan untuk menggantikan usaha belajar, mengerjakan tugas tanpa pemahaman, atau memperoleh hasil akademik secara tidak jujur, maka penggunaan tersebut bertentangan dengan konsep amanah ilmu yang diajarkan dalam Islam. Oleh karena itu, mahasiswa Muslim perlu menempatkan AI sebagai pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti proses pencarian ilmu.

    3. ARGUMEN ILMIAH

    3.1. Argumen Pertama

    Dalam Islam, ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Allah SWT berfirman:

    “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).

    Konsep amanah dalam pendidikan Islam tidak hanya berarti memperoleh ilmu, tetapi juga menjaga, mengembangkan, dan menyampaikannya dengan benar. Hermawan, Ahmad, dan Suhartini (2020) menjelaskan bahwa mencari dan menyampaikan ilmu merupakan bagian dari amanah yang harus dijalankan oleh setiap Muslim. Oleh karena itu, proses belajar tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab moral individu dalam memperoleh pengetahuan secara benar.

    3.2. Argumen Kedua

    Tidak dapat dipungkiri bahwa AI menghadirkan berbagai manfaat bagi mahasiswa. UNESCO menjelaskan bahwa teknologi AI generatif dapat membantu proses belajar, mendukung kreativitas, mempermudah akses informasi, serta membantu mahasiswa memahami materi yang kompleks dengan lebih cepat. AI bahkan berpotensi menjadi asisten belajar yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Namun, UNESCO juga mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap berpusat pada manusia dan tidak boleh menghilangkan proses berpikir kritis dalam pembelajaran.

    3.3. Argumen Ketiga

    Kemudahan yang diberikan AI juga membawa risiko. Penelitian Zalisman (2023) terhadap 385 mahasiswa pendidikan Islam di tiga perguruan tinggi Islam di Riau menunjukkan bahwa penggunaan AI generatif berkaitan erat dengan isu integritas akademik. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya kesadaran mahasiswa dalam menggunakan AI secara bertanggung jawab agar tidak terjebak pada praktik yang mengabaikan kejujuran akademik. Dalam perspektif Islam, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barang siapa yang menipu maka ia bukan golongan kami.” (HR. Muslim).

    Hadis ini mengajarkan bahwa kejujuran harus menjadi prinsip utama dalam setiap aktivitas, termasuk dalam penyusunan tugas akademik.

    3.4. Argumen Keempat

    Allah SWT berfirman:

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58).

    Ayat tersebut menunjukkan bahwa setiap bentuk kemampuan dan fasilitas yang dimiliki manusia harus digunakan secara bertanggung jawab. Dalam konteks modern, AI dapat dipandang sebagai salah satu fasilitas yang harus digunakan untuk kebaikan. Penelitian mengenai amanah dalam pendidikan Islam menegaskan bahwa amanah mencakup profesionalisme, tanggung jawab, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebenaran. Karena itu, penggunaan AI yang bertujuan membantu pemahaman materi dapat dibenarkan, sedangkan penggunaan AI untuk memanipulasi hasil akademik bertentangan dengan prinsip amanah.

    3.5. Argumen Kelima

    Di era kecerdasan buatan, kemampuan menggunakan AI secara etis menjadi bagian penting dari kompetensi akademik. Berbagai panduan pendidikan tinggi menekankan bahwa AI sebaiknya digunakan secara terbuka, transparan, dan sesuai tujuan pembelajaran. Perguruan tinggi di berbagai negara mulai mengembangkan kebijakan yang memperbolehkan penggunaan AI dengan syarat tetap menjaga integritas akademik dan mencantumkan penggunaannya secara jujur. Hal ini sejalan dengan konsep amanah dalam Islam yang menuntut transparansi dan pertanggungjawaban atas setiap tindakan yang dilakukan.

    4. DISKUSI / IMPLIKASI

    Dilema antara amanah ilmu dan kemudahan AI menunjukkan bahwa tantangan pendidikan masa kini bukan lagi sekadar akses terhadap informasi, melainkan bagaimana informasi tersebut digunakan secara bertanggung jawab. Bagi mahasiswa Muslim, keberhasilan akademik tidak hanya diukur dari nilai atau hasil akhir, tetapi juga dari proses memperoleh ilmu yang dilakukan secara jujur dan bermakna.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, perguruan tinggi perlu menyusun pedoman penggunaan AI yang jelas dan terukur. Dosen dapat mengarahkan mahasiswa menggunakan AI sebagai alat bantu untuk mencari referensi, merangkum materi, atau mengembangkan ide, tetapi tetap mewajibkan analisis dan pemikiran asli mahasiswa. Selain itu, pelatihan literasi AI perlu diberikan agar mahasiswa memahami batasan, risiko, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi tersebut.

    Di sisi lain, mahasiswa Muslim perlu membangun kesadaran bahwa AI hanyalah sarana, bukan pengganti usaha belajar. Nilai amanah mengajarkan bahwa ilmu yang diperoleh harus melalui proses yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, penggunaan AI yang etis dapat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan tanpa menghilangkan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi dasar pendidikan Islam.

    5. PENUTUP

    Kehadiran AI telah membuka peluang besar dalam dunia pendidikan sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi mahasiswa Muslim. Di satu sisi, AI mampu mempermudah proses belajar dan memperluas akses terhadap pengetahuan. Namun, di sisi lain, penggunaan yang tidak bijak dapat mengurangi integritas akademik dan menggeser makna amanah dalam menuntut ilmu.

    Oleh karena itu, mahasiswa Muslim perlu menempatkan AI sebagai alat bantu yang mendukung proses pembelajaran, bukan sebagai pengganti usaha intelektual. Perguruan tinggi perlu menyusun kebijakan penggunaan AI yang jelas, sementara dosen perlu mengembangkan metode pembelajaran yang mendorong pemikiran kritis dan kejujuran akademik. Dengan memadukan nilai amanah dalam Islam dan pemanfaatan teknologi secara etis, mahasiswa tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi juga tetap menjaga integritas dan tanggung jawab dalam menuntut ilmu.

    REFERENSI

    Hermawan, I., Ahmad, N., & Suhartini, A. (2020). Konsep Amanah dalam Perspektif Pendidikan Islam. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 12(2), 141–152. DOI: 10.37680/qalamuna.v12i2.389.
    URL:
    https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/389

    UNESCO. (2023). Guidance for Generative AI in Education and Research. Paris: UNESCO.
    URL:
    https://www.unesco.org/en/articles/guidance-generative-ai-education-and-research

    Zalisman. (2023). Students’ Academic Integrity Index in Using Generative Artificial Intelligent among Islamic Education Major Students in Islamic Higher Education. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam.
    URL:
    https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/potensia/article/view/37740

    Masrur. (2016). Urgensi dan Kedudukan Amanah dalam Pandangan Islam. Jurnal At-Tarbiyyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam.
    URL:
    https://www.ejournal.unisai.ac.id/index.php/jiat/article/view/257

    Wang, H., Dang, A., Wu, Z., & Mac, S. (2023). Generative AI in Higher Education: Seeing ChatGPT Through Universities’ Policies, Resources, and Guidelines. arXiv.
    URL:
    https://arxiv.org/abs/2312.05235

    Al-Qur’an Al-Karim.

    Muslim, I. H. Sahih Muslim. (Hadis tentang larangan menipu).

    Kontributor: Ahmad Firmansyah

    Editor: Ahmad Fauzi, M.Pd.

    Share to

    Written by

    Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya

    Related News

    Agama, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

    by Elfatu Rahman Jun 09 2026

    1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubaha...

    KERJA KERAS DOANG NGGAK CUKUP

    by Radithya Gilda Naem Jun 08 2026

    Saatnya Kita Ngomongin Soal Etika 1. PENDAHULUAN Pernah nggak sih kamu ngeliat seseorang yang skilln...

    ANTI-KORUPSI BUKAN TREN

    by Zulfikri Ahmad Syahbana Lubis Jun 07 2026

    Ketika Nilai Agama Jadi Fondasi Karier 1. PENDAHULUAN Bayangkan kamu baru saja lulus, dapat kerja pe...

    Manusia dan Tujuan Hidup Menurut Agama

    by Febby Casandra Wijaya Jun 07 2026

    1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertanyaan mengenai siapa manusia dan untuk apa manusia hidup meru...

    Etika Religius Pada Era Digital

    by Yusran Rizqan Attarmizi Jun 07 2026

    Tinjauan Aksiolologis Hukum Islam/Kristen terhadap Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pengambi...

    RELASI AGAMA DAN PANCASILA

    by Gading Joebiho A.W Jun 07 2026

    Harmoni Nilai Ketuhanan dalam Dasar Negara Indonesia 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia mer...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Jurnal Dedikasi

    Jurnal Madani

    Jurnal Cendekia

    Other News

    Penyuluhan Anti Korupsi di Era Media Sosial: St...

    1. PENDAHULUAN Latar Belakang Korupsi merupakan salah satu permasalahan struktural yang hingga kini masih menjadi tantangan serius dalam pembang...

    Mengapa Kebijakan Internasional Sulit Diterapka...

    1. PENDAHULUAN Dalam hubungan antarnegara saat ini, arus globalisasi telah memaksa setiap negara untuk saling terhubung dalam menyelesaikan berb...

    Proyeksi Pembangunan Indonesia Tanpa Beban Koru...

    1. PENDAHULUAN      Indonesia merupakan negara dengan salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, namun perjalanan pembang...

    13 Apr 2026

    Peran Teknologi Informasi dalam Mendukung Kebij...

    1. PENDAHULUAN Korupsi merupakan salah satu permasalahan sistemik yang paling menghambat pembangunan nasional di Indonesia. Berdasarkan laporan ...

    Kampus Berintegritas: Mulai Dari Diri Sendiri

    1. PENDAHULUAN Kampus merupakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai wadah pembentu...

    13 Apr 2026
    back to top