Breaking News
Categories
  • Akademik
  • Berita
  • Esai Ilmiah
  • Esai Umum
  • Feature
  • Jurnalistik
  • Kajian Ilmiah
  • Kajian Islam
  • Keislaman
  • Keislaman Populer
  • Literasi & Budaya
  • Opini Ilmiah
  • Opini Umum
  • Populer
  • Refleksi Islam
  • Refleksi Umum
  • Resensi Buku
  • Resensi Film
  • Sastra
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Tanggung Jawab Bidan Sebagai Amanah dalam Pencegahan Penyakit Jantung

    • Oct 27 2026 • 13 Dilihat

    PENDAHULUAN

      Kesehatan merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia yang perlu dijaga secara berkelanjutan. Salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian besar di dunia adalah penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di dunia dan diperkirakan menyebabkan sekitar 19,8 juta kematian setiap tahun. Penyakit kardiovaskular meliputi berbagai gangguan pada jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan, dan gagal jantung. Faktor perilaku seperti pola makan yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau, serta penggunaan alkohol yang berbahaya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, kadar gula darah, kadar lemak darah, serta kelebihan berat badan dan obesitas yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung. (Organisasi Kesehatan Dunia)

      Pencegahan penyakit jantung tidak hanya menjadi tanggung jawab dokter atau tenaga kesehatan yang secara khusus menangani penyakit kardiovaskular. Bidan juga mempunyai peranan dalam upaya promotif dan preventif karena pelayanan kebidanan berhubungan erat dengan kesehatan perempuan sepanjang siklus kehidupannya. Bidan dapat memberikan pendidikan kesehatan sejak masa remaja, masa prakonsepsi, kehamilan, persalinan, nifas, hingga kesehatan reproduksi setelah masa kehamilan. Melalui hubungan yang berkelanjutan dengan perempuan dan keluarga, bidan mempunyai kesempatan untuk membantu membangun kebiasaan hidup sehat dan mengenali faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan.

      Kehamilan merupakan salah satu masa yang penting dalam pelayanan kesehatan perempuan. Pelayanan antenatal tidak hanya bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan janin, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan promosi kesehatan, skrining, pencegahan penyakit, serta memberikan konseling. WHO merekomendasikan konseling mengenai pola makan sehat dan aktivitas fisik selama kehamilan. Bukti yang digunakan dalam pedoman WHO menunjukkan bahwa intervensi diet dan/atau aktivitas fisik kemungkinan dapat membantu mencegah hipertensi selama kehamilan.

      Dalam profesi kebidanan, tanggung jawab tersebut dapat dipahami sebagai sebuah amanah. Amanah berarti kepercayaan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, jujur, dan bertanggung jawab. Dalam perspektif Kristen, konsep amanah dapat dikaitkan dengan panggilan untuk melayani sesama, menghargai kehidupan, dan memelihara tubuh sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. Dengan demikian, tugas seorang bidan bukan hanya memberikan pelayanan ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga membantu mencegah penyakit melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan yang tepat.

      Pembahasan mengenai tanggung jawab bidan sebagai amanah dalam pencegahan penyakit jantung penting karena sebagian faktor risiko penyakit kardiovaskular dapat dicegah atau dikendalikan. WHO menjelaskan bahwa berhenti menggunakan tembakau, mengurangi konsumsi garam, memperbanyak buah dan sayuran, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan menghindari penggunaan alkohol yang berbahaya dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. (Organisasi Kesehatan Dunia)

      Bidan memiliki posisi yang strategis dalam memberikan pendidikan kesehatan karena pelayanan kebidanan dilakukan secara dekat dengan perempuan dan keluarga. Pelayanan antenatal secara khusus memberikan kesempatan bagi bidan untuk memberikan konseling mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, nutrisi, serta kebiasaan yang mendukung kesehatan ibu. WHO menempatkan pelayanan antenatal sebagai platform untuk promosi kesehatan, skrining, diagnosis, dan pencegahan penyakit. (Organisasi Kesehatan Dunia)

      Topik ini juga penting jika dilihat dari perspektif Kristen. Alkitab memberikan pemahaman bahwa tubuh manusia memiliki nilai di hadapan Allah. Dalam 1 Korintus 6:19–20, tubuh orang percaya disebut sebagai bait Roh Kudus dan manusia diajarkan untuk memuliakan Allah melalui tubuhnya. (Bible Gateway) Pemahaman tersebut dapat menjadi dasar spiritual bahwa menjaga kesehatan bukan hanya kepentingan pribadi, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap kehidupan yang telah dipercayakan Tuhan.

      Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk menjelaskan tanggung jawab bidan sebagai amanah dalam pencegahan penyakit jantung berdasarkan perspektif Kristen. Selain itu, penulisan ini bertujuan untuk menguraikan konsep pencegahan penyakit jantung berdasarkan ilmu kesehatan, menjelaskan landasan Alkitab mengenai tanggung jawab menjaga tubuh dan melayani sesama, menghubungkan nilai Kristen dengan hasil kajian ilmiah, serta menganalisis penerapannya dalam praktik profesi kebidanan.

      PEMBAHASAN

        Bidan merupakan tenaga kesehatan yang mempunyai peran dalam memberikan pelayanan kepada perempuan sesuai dengan kompetensi dan kewenangan profesinya. Pelayanan kebidanan tidak hanya berfokus pada proses kehamilan dan persalinan, tetapi juga mencakup upaya promotif dan preventif. Dalam konteks pencegahan penyakit jantung, peran tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan, konseling mengenai gaya hidup sehat, pengkajian faktor risiko, pemantauan kondisi kesehatan sesuai kewenangan, serta kolaborasi dan rujukan ketika ditemukan keadaan yang membutuhkan pelayanan lebih lanjut.

        Tanggung jawab tersebut dapat disebut sebagai amanah karena seorang bidan memperoleh kepercayaan dari pasien untuk membantu menjaga kesehatan dirinya dan keluarganya. Kepercayaan tersebut harus dijawab melalui pelayanan yang aman, kompeten, jujur, penuh empati, serta berorientasi pada keselamatan pasien. Seorang bidan tidak hanya dituntut memiliki keterampilan klinis, tetapi juga harus mempunyai sikap profesional dan kemampuan berkomunikasi dengan baik.

        Dalam pencegahan penyakit jantung, amanah profesi dapat diwujudkan ketika bidan tidak menunggu sampai seseorang mengalami penyakit. Upaya pencegahan dapat dimulai dengan membantu perempuan memahami faktor risiko yang dapat dikendalikan. Pola makan sehat, aktivitas fisik yang sesuai kondisi, pengendalian tekanan darah, pemantauan kesehatan, dan penghindaran faktor risiko merupakan bagian dari perilaku yang dapat mendukung kesehatan kardiovaskular. American Heart Association melalui konsep Life’s Essential 8 menempatkan pola makan sehat, aktivitas fisik, menghindari nikotin, tidur sehat, berat badan sehat, serta kadar lipid, glukosa, dan tekanan darah yang sehat sebagai komponen penting kesehatan kardiovaskular. (AHA Journals)

        Namun, tanggung jawab bidan harus tetap berada dalam batas kompetensi profesi. Bidan bukan pengganti dokter dalam mendiagnosis atau menangani penyakit jantung. Apabila ditemukan tanda atau faktor risiko yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, bidan perlu melakukan kolaborasi dan rujukan sesuai prosedur. Kemampuan untuk mengenali batas kewenangan dan melakukan rujukan dengan tepat justru merupakan bagian dari tanggung jawab profesional

        Perspektif Kristen mengenai tanggung jawab menjaga kesehatan dapat dilihat dalam 1 Korintus 6:19–20. Dalam bagian tersebut Paulus menjelaskan bahwa tubuh orang percaya merupakan bait Roh Kudus dan manusia dipanggil untuk memuliakan Allah melalui tubuhnya. (Bible Gateway)

        Ayat tersebut tidak secara khusus membahas penyakit jantung atau profesi kebidanan. Namun, secara prinsip, ayat tersebut memberikan pemahaman bahwa tubuh manusia memiliki nilai dan tidak seharusnya diperlakukan secara sembarangan. Menjaga kesehatan dapat dipahami sebagai salah satu bentuk tanggung jawab manusia terhadap tubuh yang telah diberikan Tuhan.

        Jika prinsip tersebut dikaitkan dengan pencegahan penyakit jantung, seseorang dapat didorong untuk lebih memperhatikan pola hidupnya. Menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik yang sesuai, memperoleh istirahat yang cukup, menghindari kebiasaan yang merugikan kesehatan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan ketika diperlukan merupakan bentuk perhatian terhadap tubuh. Prinsip ini sejalan dengan ilmu kesehatan modern yang menekankan pentingnya pengendalian faktor risiko penyakit kardiovaskular. (Organisasi Kesehatan Dunia)

        Bagi seorang bidan Kristen, ayat tersebut dapat menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada pasien juga berkaitan dengan penghormatan terhadap kehidupan manusia. Ketika bidan membantu seorang perempuan menjaga kesehatan, memberikan pendidikan, atau mendorong pasien untuk mendapatkan pemeriksaan yang diperlukan, tindakan tersebut dapat dipahami sebagai bentuk pelayanan yang menghargai tubuh dan kehidupan.

        Kekristenan menempatkan kasih kepada sesama sebagai bagian penting dalam kehidupan orang percaya. Dalam konteks profesi kesehatan, kasih tidak cukup hanya diwujudkan melalui kata-kata yang baik, tetapi harus terlihat dalam tindakan nyata. Seorang bidan dapat menunjukkan kasih melalui pelayanan yang sabar, menghargai pasien, mendengarkan keluhan, memberikan informasi yang benar, menjaga kerahasiaan, dan membantu pasien memperoleh pelayanan yang sesuai.

        Pencegahan penyakit jantung dapat menjadi salah satu bentuk nyata dari pelayanan tersebut. Ketika bidan memberikan edukasi kepada seorang perempuan mengenai pentingnya pola makan sehat atau membantu mengenali faktor risiko yang perlu diperiksa, bidan sedang berusaha melindungi kesehatan pasien. Pelayanan seperti ini menunjukkan bahwa tugas bidan bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan juga bentuk kepedulian terhadap kehidupan manusia.

        Kasih dalam pelayanan kesehatan juga berarti tidak menghakimi pasien. Seseorang mungkin memiliki kebiasaan hidup yang meningkatkan risiko kesehatan karena berbagai faktor, seperti lingkungan, kondisi sosial, pengetahuan, kebiasaan keluarga, atau keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, bidan perlu memberikan konseling dengan pendekatan yang menghargai pasien dan tidak mempermalukannya. Pedoman WHO mengenai kesehatan maternal juga menekankan bahwa konseling mengenai pola makan dan aktivitas fisik selama kehamilan perlu dilakukan dengan pendekatan yang berpusat pada perempuan dan tidak menghakimi. (Iris)

        Menurut WHO, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian secara global dan sebagian besar penyakit tersebut dapat dicegah dengan mengatasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau, dan penggunaan alkohol yang berbahaya merupakan faktor perilaku utama yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Faktor-faktor tersebut dapat berkontribusi terhadap hipertensi, peningkatan kadar gula darah, peningkatan kadar lemak darah, serta kelebihan berat badan dan obesitas. (Organisasi Kesehatan Dunia)

        American Heart Association juga menekankan bahwa kesehatan kardiovaskular perlu dilihat secara menyeluruh. Konsep Life’s Essential 8 mencakup pola makan, aktivitas fisik, menghindari nikotin, tidur, berat badan, kadar kolesterol, kadar gula darah, dan tekanan darah. Kerangka tersebut menunjukkan bahwa pencegahan penyakit jantung bukanlah satu tindakan tunggal, melainkan proses yang melibatkan berbagai aspek perilaku dan kesehatan. (AHA Journals)

        Dalam bidang kebidanan, hasil kajian WHO menunjukkan bahwa kehamilan merupakan kesempatan yang baik untuk melakukan intervensi perubahan perilaku. WHO merekomendasikan konseling mengenai pola makan sehat dan aktivitas fisik selama kehamilan. Kajian yang menjadi dasar rekomendasi tersebut juga menunjukkan bahwa intervensi diet dan/atau aktivitas fisik kemungkinan dapat mencegah hipertensi dalam kehamilan. (Iris)

        Hal ini memiliki relevansi dengan pencegahan penyakit kardiovaskular karena tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, pelayanan kebidanan yang melakukan pemantauan kesehatan ibu dan memberikan pendidikan mengenai gaya hidup sehat memiliki kontribusi dalam upaya pencegahan faktor risiko, meskipun tujuan utama pelayanan kebidanan tetap berada dalam ruang lingkup kesehatan maternal dan reproduksi.

        WHO juga menegaskan bahwa penyakit tidak menular semakin berpengaruh terhadap kesehatan perempuan usia reproduktif. Kondisi seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan penyakit jantung dapat sudah ada sebelum kehamilan atau berkembang selama kehamilan. Hal tersebut memperkuat pentingnya pelayanan yang memperhatikan kesehatan perempuan secara lebih menyeluruh. (Organisasi Kesehatan Dunia)

        Menurut penulis, tanggung jawab bidan sebagai amanah dalam perspektif Kristen dapat dipahami sebagai perpaduan antara tanggung jawab profesional dan tanggung jawab moral untuk menghargai kehidupan manusia. Bidan tidak hanya memberikan pelayanan ketika terjadi masalah, tetapi juga mempunyai kesempatan untuk mencegah masalah kesehatan melalui pendidikan dan pendampingan.

        Jika dikaitkan dengan ajaran Kristen tentang tubuh sebagai bait Roh Kudus, upaya menjaga kesehatan tubuh merupakan tindakan yang memiliki nilai moral dan spiritual. Bidan dapat menggunakan pemahaman tersebut sebagai motivasi pribadi untuk memberikan pelayanan dengan sungguh-sungguh. Namun, nilai agama tidak boleh menggantikan ilmu kebidanan. Setiap edukasi dan tindakan klinis harus tetap berdasarkan bukti ilmiah, standar profesi, kompetensi, serta kebutuhan pasien.

        Pencegahan dapat dimulai pada masa prakonsepsi. Bidan dapat membantu perempuan memahami pentingnya mempersiapkan kesehatan sebelum kehamilan. Pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, pemeriksaan kesehatan, serta penghindaran faktor risiko dapat menjadi bagian dari konseling kesehatan. Pendekatan ini penting karena kesehatan sebelum kehamilan dapat memengaruhi kondisi selama kehamilan.

        Pada masa kehamilan, bidan dapat memberikan konseling mengenai pola makan sehat dan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi ibu. WHO secara khusus merekomendasikan konseling tersebut dalam pelayanan antenatal. (Organisasi Kesehatan Dunia) Bidan juga dapat melakukan pemantauan sesuai kewenangan dan memperhatikan adanya faktor risiko yang membutuhkan tindak lanjut.

        Apabila ditemukan tekanan darah tinggi, keluhan yang mengarah pada gangguan kardiovaskular, atau kondisi lain yang berada di luar kompetensi bidan, maka bidan perlu melakukan kolaborasi atau rujukan. Dalam keadaan seperti itu, amanah tidak berarti bidan harus menangani semua masalah sendiri. Sebaliknya, amanah berarti bidan mampu mengambil keputusan yang tepat demi keselamatan pasien.

        Pada masa nifas, tanggung jawab promotif dan preventif juga tetap dapat dilanjutkan. Bidan dapat membantu perempuan mempertahankan kebiasaan hidup sehat setelah persalinan dan memberikan informasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan apabila terdapat faktor risiko. Edukasi tersebut juga dapat melibatkan keluarga karena lingkungan keluarga mempunyai pengaruh besar terhadap pola makan, aktivitas, dan kebiasaan hidup seseorang.

        Dalam perspektif Kristen, pelayanan seperti ini dapat dipandang sebagai wujud kasih kepada sesama. Bidan memberikan pengetahuan yang bermanfaat, mendampingi pasien dengan empati, serta membantu pasien mengambil keputusan yang lebih baik mengenai kesehatannya. Akan tetapi, bidan harus tetap menghormati kebebasan dan keyakinan pasien. Nilai Kristen dapat menjadi dasar spiritual bagi bidan Kristen dalam menjalankan profesinya, tetapi pelayanan kepada pasien harus tetap diberikan secara profesional dan tidak memaksakan keyakinan agama kepada pasien.

        Dengan demikian, tanggung jawab bidan sebagai amanah dalam pencegahan penyakit jantung dapat diwujudkan melalui perpaduan antara kompetensi kebidanan, pendidikan kesehatan, pencegahan faktor risiko, komunikasi yang penuh kasih, deteksi dini sesuai kewenangan, dan rujukan yang tepat. Prinsip iman memberikan motivasi moral, sedangkan ilmu pengetahuan memberikan dasar dalam menentukan tindakan kesehatan.

        PENUTUP

          Tanggung jawab bidan sebagai amanah dalam pencegahan penyakit jantung merupakan bentuk tanggung jawab profesional dan moral dalam menjaga kesehatan perempuan serta keluarganya. Penyakit kardiovaskular merupakan masalah kesehatan global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau, hipertensi, kadar gula darah tinggi, kadar lemak darah tinggi, dan kelebihan berat badan. Sebagian faktor tersebut dapat dicegah atau dikendalikan melalui perubahan perilaku dan deteksi dini. (Organisasi Kesehatan Dunia)

          Dalam perspektif Kristen, 1 Korintus 6:19–20 memberikan dasar bahwa tubuh manusia merupakan bait Roh Kudus dan manusia dipanggil untuk menghormati Allah melalui tubuhnya. (Bible Gateway) Prinsip tersebut dapat menjadi landasan spiritual untuk menjaga kesehatan dan menghargai kehidupan. Dalam profesi kebidanan, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui pelayanan yang penuh kasih, bertanggung jawab, menghormati martabat pasien, serta berorientasi pada keselamatan.

          Bidan memiliki peran penting dalam pencegahan karena pelayanan kebidanan menyediakan kesempatan untuk melakukan promosi kesehatan, konseling, pemantauan, pengenalan faktor risiko, serta rujukan. Pelayanan antenatal dapat menjadi salah satu sarana untuk memberikan pendidikan mengenai pola makan sehat dan aktivitas fisik. (Organisasi Kesehatan Dunia)

          Dengan demikian, amanah dalam profesi kebidanan tidak hanya berarti menyelesaikan tugas klinis, tetapi juga menjaga kepercayaan pasien melalui pelayanan yang kompeten, jujur, penuh kasih, berbasis bukti, dan mengutamakan keselamatan. Bagi bidan Kristen, tanggung jawab tersebut dapat menjadi bentuk nyata pelayanan kepada sesama sekaligus penghayatan terhadap panggilan untuk menghargai kehidupan yang diberikan Tuhan.

          Bidan diharapkan terus meningkatkan kompetensi mengenai pencegahan penyakit tidak menular dan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan, serta pengendalian faktor risiko perlu diberikan secara berkelanjutan sesuai kondisi dan kebutuhan setiap perempuan.

          Institusi pendidikan kebidanan diharapkan memperkuat pembelajaran mengenai promotif dan preventif penyakit tidak menular, komunikasi kesehatan, etika profesi, serta nilai spiritual dalam pelayanan. Bagi mahasiswa kebidanan, pemahaman mengenai tanggung jawab profesi perlu dibangun sejak masa pendidikan agar nantinya mampu memberikan pelayanan yang tidak hanya terampil secara klinis, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap pasien.

          Bidan Kristen juga diharapkan dapat menjadikan kasih, kepedulian, kejujuran, dan penghormatan terhadap kehidupan sebagai dasar moral dalam menjalankan profesi. Namun, pelayanan tetap harus menghormati keberagaman keyakinan pasien dan berlandaskan ilmu kebidanan serta bukti ilmiah. Dengan perpaduan antara iman, ilmu, etika, dan profesionalisme, bidan dapat menjalankan tanggung jawabnya sebagai amanah secara lebih bermakna dalam upaya pencegahan penyakit jantung

          DAFTAR PUSTAKA

            American Heart Association. (2022). Life’s Essential 8: Updating and enhancing the American Heart Association’s construct of cardiovascular health: A presidential advisory from the American Heart Association. Circulation, 146(5), e18–e43. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000001078

            Bible Gateway. (n.d.). 1 Corinthians 6:19–20. https://www.biblegateway.com/passage/?search=1%20Corinthians%206%3A19-20&version=NIV

            World Health Organization. (2016). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549912

            World Health Organization. (2016). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience: Executive summary. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/WHO-RHR-16.12

            World Health Organization. (2023). Nutrition counselling during pregnancy. World Health Organization. https://www.who.int/tools/elena/interventions/nutrition-counselling-pregnancy

            World Health Organization. (2025). Cardiovascular diseases (CVDs). World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/cardiovascular-diseases-%28cvds%29

            World Health Organization. (2025). Noncommunicable diseases. World Health Organization. https://www.who.int/westernpacific/newsroom/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases

            World Health Organization. (2026). Caring for non-communicable diseases during pregnancy: Expert convening. World Health Organization. https://www.who.int/news/item/15-06-2026-caring-for-non-communicable-diseases-during-pregnancy–expert-convening

            Kontributor: Deli Sri Tami

            Editor: Dani Habibi, M.Ag.

            Share to

            Related News

            Maqashid Syariah sebagai Akar Filosofis ...

            by Keyla Calli Genia • Nov 02 2026

            PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. HAM ...

            Narrative Medicine dan Integritas Seni d...

            by Ayla Azzura • Nov 02 2026

            Pendahuluan Perkembangan dunia kesehatan dewasa ini yang didominasi oleh teknologi medis yang semaki...

            Transformasi Digital Pelayanan Gizi dala...

            by Fathahila Nailhan • Nov 02 2026

            1. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang ke...

            Konsep Ulul Albab sebagai Profil Ideal P...

            by Moses Beladio Sihombing • Nov 01 2026

            PENDAHULUAN Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberik...

            Tiga Tingkatan Nafsu dalam Perspektif Ib...

            by Aliya Rahadatul Aisyi • Nov 01 2026

            PENDAHULUAN Profesi keperawatan merupakan pekerjaan yang menuntut kemampuan teknis sekaligus kematan...

            Politik Sebagai Sarana Mewujudkan Kemasl...

            by Tata Rina Sigita • Oct 31 2026

            Pendahuluan Politik merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena melalui po...

            No comments yet.

            Please write your comment.

            Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

            *

            *

            Jurnal Dedikasi

            Jurnal Madani

            Jurnal Cendekia

            Other News

            Evaluasi Efektivitas Kebijakan Anti Korupsi Pad...

            1. PENDAHULUAN Latar Belakang Sektor kesehatan merupakan salah satu sektor vital yang berperan penting dalam menjamin kesejahteraan masyarakat. ...

            15 Apr 2026

            Penguatan Karakter Islami dalam Kehidupan Mahas...

            1. Pendahuluan Di tengah perkembangan era digital dan modernisasi yang semakin pesat, mahasiswa menghadapi banyak tantangan yang tidak hanya ber...

            Ketika FYP Menjadi Landasan Iman dan Taqwa

            1. PENDAHULUAN Di zaman perkembangan teknologi yang semakin canggih sekarang,semua orang bisa berbagi cerita ataupun mendokumentasikan kegiatan ...

            25 May 2026

            Indikator Keberhasilan Penyuluhan Anti Korupsi

            PENDAHULUAN Korupsi di Indonesia telah menjadi masalah struktural yang sangat kompleks dan memberikan dampak destruktif terhadap seluruh sendi k...

            HIDUP BUKAN CUMA SOAL FEEDS

            Menemukan Makna Hidup di Era yang Serba Cepat 1. PENDAHULUAN Begitulah ritme hidup banyak anak muda hari ini. Di tengah notifikasi yang tak pern...

            back to top