Salsabila Fitri • Sep 14 2026 • 43 Dilihat

Tenaga kesehatan memegang amanah besar nyawa manusia. Selain dituntut kompeten secara ilmu dan teknologi,mereka juga dituntut untuk memiliki integritas moral.Skandal malpraktik,kebocoran data pasien,diskriminasi pelayanan,dan burnout menunjukkan bahwa kompetensi saja tidak cukup. Dalam Islam, iman dan takwa adalah 2 pilar utama. Iman yaitu keyakinan dalam hati sedangkan takwa yaitu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Allah SWT. Jika 2 pilar ini dijalani dengan profesi, maka akan lahir tenaga kesehatan yang tidak hanya pintar tapi juga jujur, amanah, dan berempati.
Topik ini penting karena mengingatkan bahwa tenaga kesehatan tidak hanya soal pintar tetapi juga berakhlak. Iman dan takwa adalah pilar yang menjaga agar ilmu dan keterampilan tidak disalahgunakan. Esai ini bertujuan untuk mengkaji iman dan takwa sebagai pilar integritas profesional tenaga kesehatan. Agar menjadi tenaga kesehatan yang berakhlak mulia, jujur, amanah, dan berempati.
Pengertian iman secara etimologis,berasal dari bahasa Arab yaitu amina-yuโminu-imanan yang berarti percaya, aman, tentram. Secara terminologis, diartikan sebagai kesatuan antara pembenaran hati, pengucapan lisan, dan pengamalan bagian tubuh. Contohnya sadar bahwa kita diawasi oleh Allah 24 jam. Pasien tidur Allah tidak tidur, sebagaimana terdapat dalam Q.S.An-nisa ayat 1.Takwa secara etimologis bermakna menjaga dan melindungi diri dari murka Allah SWT. Secara terminologis yaitu sebagai kesempurnaan pelaksanaan perintah Allah serta penjagaan diri dari segala larangannya. Contohnya tidak korupsi waktu, tidak asal-asalan memasang infus, tidak diskriminasi pasien BPJS, jujur mengisi catatan pasien. Sebagaimana Allah berkata dalam Q.S.at-thalaq ayat 2Allah berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 31:
โ…ููู ููู ุฃูุญูููุงููุง ููููุฃููููู ูุง ุฃูุญูููุง ุงููููุงุณู ุฌูู ููุนูุง…โ
Artinya:โ… Barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan ia telah memelihara kehidupan semua manusia…โ
Dalil ini mengandung makna bahwa menolong pasien adalah ibadah yang paling besar.
Dan juga terdapat dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:
ุฅููููู ูุง ุงููุฃูุนูู ูุงูู ุจูุงูููููููุงุช
Artinya: “Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada niatnya”.
Menegaskan bahwa setiap tindakan nakes harus diawali dengan niat kepada Allah SWT bukan hanya mendasari materi saja. Ulama menyatakan bahwa jalinan iman (keyakinan) dan takwa (kesadaran moral di hadapan Allah) adalah pengendali batin yang mengubah tugas medis dari sekadar pekerjaan duniawi menjadi bentuk ibadah dan amฤnah (titipan). Iman dan takwa mencegah tenaga kesehatan dari tindakan curang atau lalai, bahkan saat tidak diawasi oleh manusia.
Salah satu ulama yaitu Imam Syafi’i, yang memandang ilmu terbagi atas ilmu agama (untuk hati) dan ilmu dunia, kesehatan adalah ilmu dunia yang paling mulia karena menjaga fisik manusia. Menjalankan tugas pengobatan secara optimal karena meyakini setiap tindakan medis akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Iman adalah pembenaran hati, pengucapan lisan, pengamalan anggota badan terhadap 6 rukun iman. Takwa yaitu buah tertinggi dari iman, melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Hasil kajian ilmiah dari berbagai studi literatur dan riset keperawatan Islam menunjukkan bahwa jalinan iman dan takwa (imtaq) berperan sebagai pondasi moral dan kesadaran transendental yang membentuk etos kerja,profesionalisme,serta integritas perawat. Keimanan tidak lagi menjadi ranah spiritual privat, melainkan bertranformasi menjadi paduan etis konkret dalam memberikan asuhan keperawatan yang bermutu. Hubungan ini tidak sekadar bersifat ritualistik, interaksi pasien, dan keputusan etis di lingkungan layanan kesehatan.
Berdasarkan kajian tersebut, penulis memandang bahwa iman mengubah cara pandang perawat terhadap pekerjaannya. Pelayanan kesehatan tidak lagi dilihat sebagai tuntutan karier atau sumber penghasilan, melainkan sebagai bentuk manifestasi iman (ibadah).Prinsip-prinsip etika keperawatan universal seperti beneficence (berbuat baik), non-maleficence (tidak merugikan), dan justice (keadilan) berakar kuat pada nilai takwa. Dunia keperawatan penuh dengan situasi kritis , kematian, dan konflik interpersonal yang rentan memicu burnout. Perawat yang mengintegrasikan iman dan takwa dalam praktiknya tidak hanya menjadi praktisi yang kompeten secara klinis (hard skills), tetapi juga menjadi penyembuh yang menghadirkan kenyamanan psikologis dan spiritual bagi pasien (soft skills).Diwujudkan melalui pengintegrasian nilai-nilai spiritual ke dalam asuhan keperawatan dan perilaku sehari-hari. Seorang perawat yang bertaqwa sadar bahwa setiap tindakannya selalu diawasi oleh Tuhan, sehingga memunculkan pengawasan melekat pada diri sendiri (self-monitoring) yang kuat. Jalinan iman dan takwa berfungsi sebagai kompas moral internal bagi perawat. Ketika sistem pengawasan rumah sakit memiliki celah, integritas berbasis IMTAQ memastikan perawat tetap bertindak benar, amanah, dan profesional demi keselamatan pasien serta kemaslahatan profesi.
Penutup
Jalinan iman dan taqwa merupakan fondasi spiritual yang tidak terpisahkan dari integritas profesional seorang perawat. IMTAQ mentransformasikan profesi keperawatan dari sekadar pekerjaan mencari nafkah (job) menjadi sebuah panggilan suci (calling) dan bentuk ibadah. Dengan menjadikan Tuhan sebagai pengawas utama, perawat mampu mempertahankan standar etika tertinggi, kejujuran dokumentasi, keadilan pelayanan, dan empati yang tulus, bahkan di bawah tekanan beban kerja yang berat. Untuk memastikan nilai-nilai IMTAQ ini dapat terinternalisasi dengan baik, diajukan beberapa saran berikut: Bagi Manajemen Rumah Sakit/Fasilitas Kesehatan: Perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung spiritualitas, misalnya dengan menyediakan ruang ibadah yang layak, menyelenggarakan forum refleksi etiko-spiritual berkala, serta menyusun kebijakan shift kerja yang seimbang agar perawat memiliki waktu beribadah dan istirahat yang cukup. Bagi Organisasi Profesi (PPNI): Memasukkan unsur penguatan spiritualitas dan pemahaman asuhan spiritual (spiritual care) ke dalam program Pelatihan Berkelanjutan (PKB) perawat. Bagi Individu Perawat: Senantiasa memperbarui niat ikhlas sebelum memulai dinas, menjaga kualitas ibadah personal, dan membangun budaya saling mengingatkan dalam kebaikan dengan rekan sejawat di ruang perawatan.
Daftar Pustaka
Kontributor:ย Salsabila Fitri
Editor:ย Ahmad Ali, M.Pd.
I. Pendahuluan Profesi bidan merupakan salah satu profesi kesehatan dengan tingkat tekanan kerja yan...
PENDAHULUAN Kebidanan adalah salah satu profesi yang berhadapan langsung dengan peristiwa paling men...
I. Pendahuluan Pelayanan kesehatan tidak hanya berhubungan dengan keberhasilan tindakan klinis, teta...
Pendahuluan Di era modern, profesi kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan ma...
I. Pendahuluan Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang melibatkan berbagai te...
I. Pendahuluan Dunia pelayanan gizi, baik di rumah sakit, puskesmas, industri katering, maupun insti...

1. PENDAHULUAN Coba jujur sebentar. Berapa kali dalam sehari kamu membuka Instagram atau TikTok dibanding membuka buku kuliah? Berapa lama kamu ...

1. PENDAHULUAN Korupsi merupakan salah satu permasalahan serius yang dapat menghambat pembangunan, merusak sistem pemerintahan, serta menu...

1. PENDAHULUAN Korupsi merupakan permasalahan kompleks yang merugikan perekonomian, mengacaukan masyarakat, mengikis kepercayaan terhadap pemeri...

Fondasi Karakter Mahasiswa di Era Modern 1. PENDAHULUAN Di era globalisasi dan modernisasi yang terus berkembang pesat, persoalan nilai dan peri...

1. PENDAHULUAN Konflik nilai di lingkungan kampus merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan akademik modern. Keberagaman lat...

No comments yet.