Breaking News
Categories
  • Akademik
  • Berita
  • Esai Ilmiah
  • Esai Umum
  • Feature
  • Jurnalistik
  • Kajian Ilmiah
  • Kajian Islam
  • Keislaman
  • Keislaman Populer
  • Literasi & Budaya
  • Opini Ilmiah
  • Opini Umum
  • Populer
  • Refleksi Islam
  • Refleksi Umum
  • Resensi Buku
  • Resensi Film
  • Sastra
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Jalinan Iman dan Takwa Sebagai Pilar Integritas Profesional Bagi Tenaga Kesehatan

    • Sep 14 2026 • 74 Dilihat

    Pendahuluan

      Tenaga kesehatan memegang amanah besar nyawa manusia. Selain dituntut kompeten secara ilmu dan teknologi,mereka juga dituntut untuk memiliki integritas moral.Skandal malpraktik,kebocoran data pasien,diskriminasi pelayanan,dan burnout menunjukkan bahwa kompetensi saja tidak cukup. Dalam Islam, iman dan takwa adalah 2 pilar utama. Iman yaitu keyakinan dalam hati sedangkan takwa yaitu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Allah SWT. Jika 2 pilar ini dijalani dengan profesi, maka akan lahir tenaga kesehatan yang tidak hanya pintar tapi juga jujur, amanah, dan berempati.

      Topik ini penting karena mengingatkan bahwa tenaga kesehatan tidak hanya soal pintar tetapi juga berakhlak. Iman dan takwa adalah pilar yang menjaga agar ilmu dan keterampilan tidak disalahgunakan. Esai ini bertujuan untuk mengkaji iman dan takwa sebagai pilar integritas profesional tenaga kesehatan. Agar menjadi tenaga kesehatan yang berakhlak mulia, jujur, amanah, dan berempati.

      Pembahasan

        Pengertian iman secara etimologis,berasal dari bahasa Arab yaitu amina-yuโ€™minu-imanan yang berarti percaya, aman, tentram. Secara terminologis, diartikan sebagai kesatuan antara pembenaran hati, pengucapan lisan, dan pengamalan bagian tubuh. Contohnya sadar bahwa kita diawasi oleh Allah 24 jam. Pasien tidur Allah tidak tidur, sebagaimana terdapat dalam Q.S.An-nisa ayat 1.Takwa secara etimologis bermakna menjaga dan melindungi diri dari murka Allah SWT. Secara terminologis yaitu sebagai kesempurnaan pelaksanaan perintah Allah serta penjagaan diri dari segala larangannya. Contohnya tidak korupsi waktu, tidak asal-asalan memasang infus, tidak diskriminasi pasien BPJS, jujur mengisi catatan pasien. Sebagaimana Allah berkata dalam Q.S.at-thalaq ayat 2Allah berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 31:

        โ€˜…ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงู‡ูŽุง ููŽูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ูŠูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง…โ€™

        Artinya:โ€œ… Barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan ia telah memelihara kehidupan semua manusia…โ€

        Dalil ini mengandung makna bahwa menolong pasien adalah ibadah yang paling besar.

        Dan juga terdapat dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:

        ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุจูุงู„ู†ูู‘ูŠูŽู‘ุงุช

        Artinya: “Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada niatnya”.

        Menegaskan bahwa setiap tindakan nakes harus diawali dengan niat kepada Allah SWT bukan hanya mendasari materi saja. Ulama menyatakan bahwa jalinan iman (keyakinan) dan takwa (kesadaran moral di hadapan Allah) adalah pengendali batin yang mengubah tugas medis dari sekadar pekerjaan duniawi menjadi bentuk ibadah dan amฤnah (titipan). Iman dan takwa mencegah tenaga kesehatan dari tindakan curang atau lalai, bahkan saat tidak diawasi oleh manusia.

        Salah satu ulama yaitu Imam Syafi’i, yang memandang ilmu terbagi atas ilmu agama (untuk hati) dan ilmu dunia, kesehatan adalah ilmu dunia yang paling mulia karena menjaga fisik manusia. Menjalankan tugas pengobatan secara optimal karena meyakini setiap tindakan medis akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Iman adalah pembenaran hati, pengucapan lisan, pengamalan anggota badan terhadap 6 rukun iman. Takwa yaitu buah tertinggi dari iman, melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

        Hasil kajian ilmiah dari berbagai studi literatur dan riset keperawatan Islam menunjukkan bahwa jalinan iman dan takwa (imtaq) berperan sebagai pondasi moral dan kesadaran transendental yang membentuk etos kerja,profesionalisme,serta integritas perawat. Keimanan tidak lagi menjadi ranah spiritual privat, melainkan bertranformasi menjadi paduan etis konkret dalam memberikan asuhan keperawatan yang bermutu. Hubungan ini tidak sekadar bersifat ritualistik, interaksi pasien, dan keputusan etis di lingkungan layanan kesehatan.

        Berdasarkan kajian tersebut, penulis memandang bahwa iman mengubah cara pandang perawat terhadap pekerjaannya. Pelayanan kesehatan tidak lagi dilihat sebagai tuntutan karier atau sumber penghasilan, melainkan sebagai bentuk manifestasi iman (ibadah).Prinsip-prinsip etika keperawatan universal seperti beneficence (berbuat baik), non-maleficence (tidak merugikan), dan justice (keadilan) berakar kuat pada nilai takwa. Dunia keperawatan penuh dengan situasi kritis , kematian, dan konflik interpersonal yang rentan memicu burnout. Perawat yang mengintegrasikan iman dan takwa dalam praktiknya tidak hanya menjadi praktisi yang kompeten secara klinis (hard skills), tetapi juga menjadi penyembuh yang menghadirkan kenyamanan psikologis dan spiritual bagi pasien (soft skills).Diwujudkan melalui pengintegrasian nilai-nilai spiritual ke dalam asuhan keperawatan dan perilaku sehari-hari. Seorang perawat yang bertaqwa sadar bahwa setiap tindakannya selalu diawasi oleh Tuhan, sehingga memunculkan pengawasan melekat pada diri sendiri (self-monitoring) yang kuat. Jalinan iman dan takwa berfungsi sebagai kompas moral internal bagi perawat. Ketika sistem pengawasan rumah sakit memiliki celah, integritas berbasis IMTAQ memastikan perawat tetap bertindak benar, amanah, dan profesional demi keselamatan pasien serta kemaslahatan profesi.

        Penutup

          Jalinan iman dan taqwa merupakan fondasi spiritual yang tidak terpisahkan dari integritas profesional seorang perawat. IMTAQ mentransformasikan profesi keperawatan dari sekadar pekerjaan mencari nafkah (job) menjadi sebuah panggilan suci (calling) dan bentuk ibadah. Dengan menjadikan Tuhan sebagai pengawas utama, perawat mampu mempertahankan standar etika tertinggi, kejujuran dokumentasi, keadilan pelayanan, dan empati yang tulus, bahkan di bawah tekanan beban kerja yang berat. Untuk memastikan nilai-nilai IMTAQ ini dapat terinternalisasi dengan baik, diajukan beberapa saran berikut: Bagi Manajemen Rumah Sakit/Fasilitas Kesehatan: Perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung spiritualitas, misalnya dengan menyediakan ruang ibadah yang layak, menyelenggarakan forum refleksi etiko-spiritual berkala, serta menyusun kebijakan shift kerja yang seimbang agar perawat memiliki waktu beribadah dan istirahat yang cukup. Bagi Organisasi Profesi (PPNI): Memasukkan unsur penguatan spiritualitas dan pemahaman asuhan spiritual (spiritual care) ke dalam program Pelatihan Berkelanjutan (PKB) perawat. Bagi Individu Perawat: Senantiasa memperbarui niat ikhlas sebelum memulai dinas, menjaga kualitas ibadah personal, dan membangun budaya saling mengingatkan dalam kebaikan dengan rekan sejawat di ruang perawatan.

          Daftar Pustaka

          1. Kementerian Kesehatan RI. (2020). Stanedar Keperawatan Indonesia dan Kode Etik Keperawatan
          2. Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan:Pendekatan Praktis.Jakarta:Salemba Medika.
          3. https://google.com
          4. quran.kemenag.go.id
          5. hadits.id

          Kontributor:ย Salsabila Fitri

          Editor:ย Ahmad Ali, M.Pd.

          Share to

          Related News

          Maqashid Syariah sebagai Akar Filosofis ...

          by Keyla Calli Genia • Nov 02 2026

          PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. HAM ...

          Narrative Medicine dan Integritas Seni d...

          by Ayla Azzura • Nov 02 2026

          Pendahuluan Perkembangan dunia kesehatan dewasa ini yang didominasi oleh teknologi medis yang semaki...

          Transformasi Digital Pelayanan Gizi dala...

          by Fathahila Nailhan • Nov 02 2026

          1. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang ke...

          Konsep Ulul Albab sebagai Profil Ideal P...

          by Moses Beladio Sihombing • Nov 01 2026

          PENDAHULUAN Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberik...

          Tiga Tingkatan Nafsu dalam Perspektif Ib...

          by Aliya Rahadatul Aisyi • Nov 01 2026

          PENDAHULUAN Profesi keperawatan merupakan pekerjaan yang menuntut kemampuan teknis sekaligus kematan...

          Politik Sebagai Sarana Mewujudkan Kemasl...

          by Tata Rina Sigita • Oct 31 2026

          Pendahuluan Politik merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena melalui po...

          No comments yet.

          Please write your comment.

          Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

          *

          *

          Jurnal Dedikasi

          Jurnal Madani

          Jurnal Cendekia

          Other News

          Evidence Based Midwifery dan Tanggung Jawab Ilm...

          PENDAHULUAN Kebidanan merupakan salah satu profesi kesehatan yang memikul tanggung jawab besar karena berhadapan langsung dengan keselamatan ibu...

          06 Sep 2026

          Karakteristik Ekosistem โ€œIndonesia Tanpa Koru...

          1. PENDAHULUAN Latar Belakang Korupsi merupakan permasalahan struktural yang telah lama menghambat pembangunan di Indonesia. Dampaknya tidak han...

          Kaidah La Dharara Wa La Dhirar Sebagai Payung H...

          I. Pendahuluan Isu gizi di Indonesia belakangan makin ramai dibicarakan, apalagi sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digulirkan pemerintah ...

          30 Oct 2026

          Dampak Korupsi Terhadap Kualitas Layanan Gizi M...

          1. PENDAHULUAN Korupsi merupakan salah satu masalah serius yang masih menjadi tantangan besar dalam sistem pemerintahan dan pelayanan publik di ...

          Ghibthah Versus Hasad : Transformasi Persaingan...

          I. Pendahuluan Dinamika persaingan dalam dunia kerja modern merupakan implikasi logis dari tuntutan profesionalisme, efisiensi, dan peningkatan ...

          03 Sep 2026
          back to top