Breaking News
Categories
  • Akademik
  • Berita
  • Esai Ilmiah
  • Esai Umum
  • Feature
  • Jurnalistik
  • Kajian Ilmiah
  • Kajian Islam
  • Keislaman
  • Keislaman Populer
  • Literasi & Budaya
  • Opini Ilmiah
  • Opini Umum
  • Populer
  • Refleksi Islam
  • Refleksi Umum
  • Resensi Buku
  • Resensi Film
  • Sastra
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Pelayanan Kebidanan Holistik dalam Menghargai Keberagaman Keyakinan Sebagai Wujud Patient Centered Care

    • Oct 26 2026 • 14 Dilihat

    I. Pendahuluan

    Indonesia adalah negara dengan keberagaman suku, budaya, agama, dan kepercayaan masing-masing individu yang sangat luas mulai dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman ini tentu berpengaruh pada cara pandang pasien memandang kehamilan, persalinan, hingga nifas. Ada yang percaya pada ritual tertentu sebelum melahirkan, ada juga yang menolak tindakan medis tertentu karena alasan agama. Kondisi semacam ini menuntut bidan tidak hanya menguasai teori dan keterampilan klinis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap nilai dan keyakinan yang dipegang teguh oleh pasiennya. Jika hal ini diabaikan oleh tenaga kesehatan, pasien bisa merasa tidak dihargai, bahkan dapat membuat pasien tersebut enggan kembali memeriksakan diri ke tenaga kesehatan tersebut.

    Di sinilah pelayanan kebidanan holistik menjadi penting untuk diterapkan. Pelayanan holistik berarti bidan tidak hanya melihat pasien dari sisi fisik atau medis semata, tetapi juga memperhatikan sisi psikologis, sosial, budaya, dan spiritualnya. Konsep ini sejalan dengan prinsip patient centered care, yaitu pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan, termasuk yang berkaitan dengan nilai dan keyakinan pribadi. Bukan berarti bidan harus mengabaikan standar medis demi menuruti keinginan pasien, melainkan mencari jalan tengah agar kebutuhan klinis tetap terpenuhi tanpa melukai keyakinan yang dianut. Melalui esai ini, akan dibahas bagaimana pelayanan kebidanan yang menghargai keberagaman keyakinan dapat menjadi wujud nyata dari patient centered care, serta tantangan yang mungkin dihadapi dalam penerapannya.

    II. Pembahasan

    Pelayanan kebidanan holistik pada dasarnya berdasar pada pemahaman bahwa kehamilan dan persalinan bukan semata peristiwa biologis, melainkan pengalaman yang melibatkan dimensi psikologis, sosial, budaya, dan spiritual perempuan secara utuh. Ketika keempat dimensi ini diperhatikan secara bersamaan, pelayanan yang diberikan bidan menjadi lebih bermakna dan lebih mudah diterima oleh pasien, karena pasien merasa dilihat sebagai manusia seutuhnya, bukan sekadar tubuh yang sedang menjalani proses klinis (Patria & Nur, 2023).

    Salah satu wujud nyata dari pelayanan holistik dalam kebidanan adalah konsep asuhan sayang ibu, yang menekankan sikap saling menghargai budaya, kepercayaan, dan keinginan ibu selama proses persalinan, serta melibatkan ibu dan keluarga dalam pengambilan keputusan (Ayuwidayanti, 2018). Prinsip ini menunjukkan bahwa penghormatan terhadap keyakinan pasien bukan sekadar etika tambahan, tetapi bagian dari standar kompetensi bidan itu sendiri. Namun demikian, penerapannya di lapangan tidak selalu merata. Studi yang dilakukan di Kota Padang menemukan bahwa pelaksanaan asuhan sayang ibu, termasuk penghormatan terhadap budaya dan kepercayaan pasien, pada praktik mandiri bidan masih bervariasi kualitasnya (Amir, 2021). Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara nilai yang tertulis dalam standar asuhan dengan praktik nyata di lapangan, yang kemungkinan dipengaruhi oleh beban kerja, keterbatasan waktu, atau belum meratanya pemahaman bidan tentang pentingnya kompetensi budaya.

    Pendekatan yang lebih kontekstual dapat dilihat dari penerapan asuhan kebidanan berbasis kearifan lokal, seperti falsafah Tri Hita Karana di Bali, yang menuntun bidan untuk menjaga tiga hubungan harmonis, yaitu dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan, dalam setiap asuhan yang diberikan (Arini, 2020). Bidan yang mengintegrasikan nilai lokal semacam ini ke dalam praktiknya terbukti mampu membangun kedekatan dan kepercayaan yang lebih kuat dengan masyarakat yang dilayaninya, tanpa mengurangi standar keamanan asuhan yang diberikan. Hal ini memperlihatkan bahwa penghormatan terhadap keyakinan pasien dan penerapan standar profesional bidan bukanlah dua hal yang saling meniadakan, melainkan dapat berjalan beriringan apabila bidan memiliki kepekaan budaya yang memadai.

    Keterkaitan antara pelayanan holistik dengan kepuasan pasien juga didukung oleh temuan empiris. Penelitian pada pelayanan kesehatan yang menyentuh aspek biologis, psikologis, sosiologis, dan spiritual pasien secara bersamaan menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterimanya. Dalam konteks kebidanan, hal ini berarti ibu yang merasa keyakinannya dihormati cenderung lebih tenang menghadapi proses persalinan, lebih kooperatif terhadap arahan bidan, dan pada akhirnya berpotensi mendukung kelancaran proses persalinan itu sendiri.

    Meski demikian, penerapan pelayanan holistik yang menghargai keberagaman keyakinan tetap menghadapi tantangan, terutama ketika keyakinan pasien berpotensi berbenturan dengan tindakan medis yang diperlukan dalam situasi kegawatdaruratan. Pada kondisi seperti ini, bidan dituntut memiliki keterampilan komunikasi yang peka budaya, kemampuan bernegosiasi tanpa menghakimi, serta ketegasan profesional untuk tetap mengutamakan keselamatan ibu dan bayi. Kompetensi semacam ini idealnya tidak hanya diperoleh melalui pengalaman praktik, tetapi juga dibentuk secara sistematis melalui kurikulum pendidikan kebidanan dan pelatihan berkelanjutan bagi bidan yang telah bekerja di lapangan.

    III. Penutup

    Pelayanan kebidanan holistik yang menghargai keberagaman keyakinan merupakan wujud nyata dari “patient centered care”, karena menempatkan ibu bersalin sebagai individu yang utuh dengan nilai, budaya, dan keyakinan yang harus dihormati, bukan sekadar objek tindakan klinis. Konsep asuhan sayang ibu yang telah lama menjadi standar praktik kebidanan di Indonesia sejalan dengan semangat ini, meskipun penerapannya di lapangan masih menunjukkan variasi kualitas antarwilayah dan antarbidan. Pendekatan yang mengintegrasikan kearifan lokal, seperti yang diterapkan di Bali, membuktikan bahwa penghormatan terhadap keyakinan pasien dapat berjalan selaras dengan standar profesional kebidanan, bahkan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

    Nilai menghargai keberagaman keyakinan ini sejalan dengan pesan yang terkandung dalam Alkitab, khususnya dalam Galatia 3:28, yang menegaskan bahwa di hadapan kasih dan kebenaran, tidak ada lagi perbedaan yang memisahkan manusia satu dengan yang lain, sebab semua adalah satu adanya (Alkitab, Galatia 3:28). Ayat ini mengingatkan bahwa pelayanan yang benar tidak boleh membedakan pasien berdasarkan latar belakang keyakinannya, melainkan harus memandang setiap ibu sebagai pribadi yang setara dan layak dihormati. Semangat ini juga selaras dengan ajaran dalam 1 Korintus 13:4-7 tentang kasih yang sabar, murah hati, dan tidak mencari keuntungan diri sendiri, sebuah teladan yang relevan bagi bidan dalam memberikan asuhan yang tulus tanpa syarat kepada setiap pasien, apa pun keyakinan yang dianutnya (Alkitab, 1 Korintus 13:4-7). Dengan demikian, pelayanan kebidanan yang holistik bukan hanya tuntutan profesi, tetapi juga cerminan dari nilai kasih yang universal, yang mengajarkan penghormatan terhadap sesama manusia tanpa memandang perbedaan.

    Berdasarkan pemahaman tersebut, disarankan agar institusi pendidikan kebidanan memperkuat muatan kompetensi budaya, komunikasi lintas keyakinan, dan nilai-nilai kasih dalam pelayanan sebagai bagian dari kurikulum, sementara fasilitas pelayanan kesehatan perlu menyediakan pelatihan berkelanjutan bagi bidan agar penghormatan terhadap keberagaman keyakinan pasien dapat diterapkan secara konsisten dalam praktik sehari-hari, tidak sekadar menjadi wacana normatif. Bidan juga diharapkan senantiasa merefleksikan nilai kasih dan kesetaraan dalam setiap asuhan yang diberikan, sehingga pelayanan yang lahir bukan hanya memenuhi standar klinis, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan dihargai bagi setiap ibu yang dilayani, apa pun latar belakang keyakinannya.

    Daftar Pustaka

    Alkitab. “Galatia 3:28”. Lembaga Alkitab Indonesia.

    Alkitab. “1 Korintus 13:4-7”. Lembaga Alkitab Indonesia.

    Amir, A. (2021). Evaluasi pelaksanaan asuhan sayang ibu pada ibu bersalin di bidan praktik mandiri di Kota Padang. Prosiding Seminar Nasional Stikes Syedza Saintika. https://jurnal.syedzasaintika.ac.id/index.php/PSNSYS/article/view/902

    Arini, L. A. (2020). Penerapan asuhan kebidanan secara holistik berbasis Tri Hita Karana di pelayanan kesehatan tingkat dasar. MIDWINERSLION: Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng, 5(1), 47–57. https://ejournal.stikesbuleleng.ac.id/index.php/Midwinerslion/article/view/132

    Ayuwidayanti, D. (2018). Gambaran pengetahuan bidan tentang asuhan sayang ibu dalam persalinan di RSUD Sukoharjo tahun 2015. Jurnal Kebidanan Indonesia. https://jurnal.stikesmus.ac.id/index.php/JKebIn/article/view/124

    Mas’udah, S., Tumilah, T., & Windyarti, M. L. N. Z. (2023). Asuhan kebidanan berkelanjutan (“Continuity of Care”) pada Ny. “A” G1P0A0 di Puskesmas Kedung I Jepara. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat. https://doi.org/10.56211/pubhealth.v2i2.361

    Patria, A., & Nur, Y. S. (2023). Pelayanan keperawatan secara holistik berhubungan dengan kepuasan pasien rawat inap. Gema Kesehatan, 15(1).

    Zulala, N. N., & Subiyatun, S. (2021). Asuhan sayang ibu oleh bidan di Yogyakarta. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan ‘Aisyiyah. https://doi.org/10.31101/jkk.378

    Kontributor: Diana Citra Lestari Manullang

    Editor: Dani Habibi, M.Ag.

    Share to

    Related News

    Maqashid Syariah sebagai Akar Filosofis ...

    by Keyla Calli Genia • Nov 02 2026

    PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. HAM ...

    Narrative Medicine dan Integritas Seni d...

    by Ayla Azzura • Nov 02 2026

    Pendahuluan Perkembangan dunia kesehatan dewasa ini yang didominasi oleh teknologi medis yang semaki...

    Transformasi Digital Pelayanan Gizi dala...

    by Fathahila Nailhan • Nov 02 2026

    1. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang ke...

    Konsep Ulul Albab sebagai Profil Ideal P...

    by Moses Beladio Sihombing • Nov 01 2026

    PENDAHULUAN Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberik...

    Tiga Tingkatan Nafsu dalam Perspektif Ib...

    by Aliya Rahadatul Aisyi • Nov 01 2026

    PENDAHULUAN Profesi keperawatan merupakan pekerjaan yang menuntut kemampuan teknis sekaligus kematan...

    Politik Sebagai Sarana Mewujudkan Kemasl...

    by Tata Rina Sigita • Oct 31 2026

    Pendahuluan Politik merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena melalui po...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Jurnal Dedikasi

    Jurnal Madani

    Jurnal Cendekia

    Other News

    Amanah Menjaga Kehidupan sebagai Konsekuensi Ke...

    PENDAHULUAN Manusia diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan sekadar untuk hidup dan menikmati dunia, melainkan diberi peran istimewa se...

    Agama dan Kemanusiaan

    1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Agama dan kemanusiaan merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Agama hadir seb...

    12 Jun 2026

    Hierarki Dharuriyat, Hajiyat, dan Tahsiniyat se...

    Pendahuluan Pelayanan keperawatan merupakan pilar utama dalam sistem kesehatan yang menuntut profesionalisme, ketepatan, dan efisiensi pengambil...

    09 Sep 2026

    Dampak Korupsi Terhadap Ketersediaan Layanan Gi...

    1. PENDAHULUAN Korupsi merupakan salah satu tantangan paling mendasar dalam tata kelola pemerintahan yang baik di berbagai belahan dunia, termas...

    Tata Kelola Kampus Berintegritas : Tata Kelola ...

    1. PENDAHULUAN Perguruan tinggi merupakan institusi pendidikan yang memegang peranan strategis dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas se...

    13 Apr 2026
    back to top