Keisya Alvaro Salsabilla • Sep 13 2026 • 23 Dilihat

Penulisan esai ini bertujuan untuk membahas bagaimana keteladanan akhlak Rasulullah SAW dan selawat dapat menjadi refleksi dalam membentuk karakter seorang bidan. Melalui pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut, diharapkan calon bidan mampu mengembangkan sikap profesional yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi, tetapi juga pada kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, dan penghormatan terhadap setiap pasien. Dengan demikian, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi pedoman dalam memberikan pelayanan kebidanan yang humanis, bermartabat, dan sesuai dengan nilai-nilai agama.
Akhlak berasal dari bahasa Arab khuluq yang berarti tabiat, watak, karakter, atau kebiasaan yang melekat pada diri seseorang. Kata ini menunjukkan sifat dasar yang membentuk prilaku manusia dalam kehidupan sehari hari. Dalam pengertian ini, akhlak tidak hanya berkaitan dengan tindakan yang tampak secara lahiriah, tetapi juga berkaitan dengan kondisi batin yang memengaruhi sifat dan prilaku seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain maupun lingkungannya. Akhlak menjadi bagian penting dari kepribadian manusia karena melalui akhlak seseorang dapat menunjukkan nilai nilai moral yang di milikinya.
Salah satu bentuk akhlak terpuji seorang muslim adalah Akhlak kepada Rasulullah SAW Akhlak kepada Rasulullah Dapat diwujudkan melalui mencintai beliau, menghormati beliau, memperbanyak selawat, mempelajari ajaran beliau, serta berusaha mengikuti akhlak yang dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah SAW Merupakan uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi umat manusia. Hal tersebut ditegaskan dalam firman Allah SAW:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”(QS-Al-Ahzab[33]:21)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW bukan hanya untuk dikagumi, tetapi juga untuk dijadikan contoh. Dalam konteks profesi bidan, keteladanan Rasulullah SAW Dapat di terapkan melalui perilaku yang jujur, bertanggung jawab, komunikatif, sabar, penuh kasih sayang, dan mampu mengambil keputusan dengan bijaksana. keteladanan Rasulullah SAW juga dapat menjadi pedoman dalam pembentukan karakter profesional seorang bidan (Lestari & Haryanto, 2021). karena nilai nilai kebaikan dapat di terapkan melalui proses pengamatan, pembiasaan, kesabaran, kepedulian, serta kemampuan berkomunikasi dengan baik kepada pasien.
Rasulullah SAW memiliki beberapa sifat yaitu, Shiddiq berarti jujur atau benar. Sifat ini penting bagi seorang bidan karena pelayanan kebidanan berhubungan dengan kondisi kesehatan dan keselamatan ibu serta bayi. Bidan harus memberikan informasi berdasarkan keadaan yang sebenarnya dan tidak memberikan informasi yang menyesatkan pasien.
Penerapan shiddiq dapat dilakukan melalui kejujuran ketika melakukan pemeriksaan, mencatat hasil pelayanan, menyampaikan kondisi pasien, serta memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga. Kejujuran juga dibutuhkan ketika seorang bidan menghadapi keterbatasan kompetensi. Bidan profesional tidak seharusnya memaksakan diri melakukan tindakan yang berada di luar kompetensinya, melainkan melakukan konsultasi atau merujuk sesuai kebutuhan.
Sifat shiddiq juga berkaitan dengan integritas. (Basyir dkk.,2021) menjelaskan, Dalam menjalankan profesi, sifat jujur dapat direfleksikan dalam prinsip integritas profesional. yaitu bersikap jujur dan lugas dalam menjalankan hubungan profesional. Walaupun penelitian tersebut membahas profesi akuntan, konsep integritas tersebut relevan untuk di refleksikan dalam profesi kesehatan, termasuk kebidanan.
Rasulullah SAW juga memiliki sifat Amanah berarti dapat dipercaya dan bertanggung jawab terhadap sesuatu dipercayakan. Dalam profesi kebidanan, pasien memberikan kepercayaan kepada bidan untuk membantu memberikan pelayanan terhadap dirinya dan bayinya. Kepercayaan tersebut harus dijaga melalui sikap bertanggung jawab dan menghormati hak pasien.
Penerapan amanah dapat di wujudkan dengan memberikan pelayanan sesuai standar dan kompetensi, menjaga kerahasiaan informasi pasien, serta melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. Bidan juga harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat dengan tidak menyalahgunakan kedudukannya sebagai tenaga kesehatan.
Profesionalisme tidak hanya berkaitan dengan kemampuan klinis, tetapi juga dengan tanggung jawab dalam melaksanakan pelayanan. Seorang bidan perlu memiliki kompetensi, menjalankan tugas sebagai standar pelayanan kebidanan yang aman dan berkualitas. Standar profesi bidan juga menekankan bahwa profesionalisme mencakup prilaku profesional, kepatuhan terhadap etika, komunikasi efektif, pengembangan diri, serta tanggung jawab dalam pelayanan kebidanan.
Tabligh juga merupakan salah satu sifat yang di miliki Rasulullah SAW tabligh berarti menyampaikan. Dalam profesi kebidanan, sifat tabligh dapat diwujudkan melalui komunikasi yang baik antara bidan dengan pasien, keluarga, maupun tenaga kesehatan lainnya. Bidan memiliki tugas untuk memberikan konseling dan pendidikan keehatan kepada perempuan, keluarga, serta masyarakat.
Seorang bidan harus mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, sopan, jelas, dan sesuai dengan kondisi pasien. Misalnya, ketika memberikan edukasi mengenai kehamilan, persalinan, menyusui, perawatan bayi, atau kesehatan reproduksi. Informasi yang disampaikan secara baik dapat membantu pasien memahami kondisi dirinya sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat.
Dengan demikian, tabligh tidak hanya bermakna berbicara atau menyampaikan informasi, tetapi juga menyampaikan sesuatu dengan benar dan bertanggung jawab. Kemampuan komunikasi yang baik dapat membantu menciptakan hubungan yang nyaman dan saling percaya antara bidan dengan pasien.
Rasulullah SAW merupakan sosok yang di kenal memiliki kecerdasan luar biasa. cerdas memiliki arti dalam bahasa arab yang artinya Fathanah. Seorang bidan harus memiliki kemampuan berpikir. Seorang bidan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai karena kondisi pasien dapat berbeda-beda dan membutuhkan pertimbangan profesional.salah satu sifat Rasulullah SAW yang harus di miliki seorang bidan yaitu fathanah, karena dapat mengasah ilmu dan keterampilan yang di miliki seorang bidan agar terus berkembang.
Fathanah dapat diwujudkan dengan terus belajar, mengikuti perkembangan ilmu kebidanan, berpikir kritis, mampu mengenali masalah, serta mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan dan kompetensi. Bidan juga perlu mengetahui batas kewenangan dan kapan harus memberikan pelayanan berdasarkan ilmu, kompetensi, dan pertimbangan yang tepat.
Selawat merupakan salah satu bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Allah SWT. Berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya”(QS-Al Ahzab[33]:56)
Ayat tersebut menjadi landasan penting bahwa umat islam diperintahkan untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW Selawat dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW Dan mengingat kembali akhlak beliau. Bunganegara (2020) menjelaskan bahwa selawat merupakan doa yang ditunjukan kepada Rasulullah SAW. Dan dalam praktiknya dapat dimaknai sebagai bagian dari kehidupan spiritual.
Namun, selawat tidak hanya dilakukan secara lisan. Makna selawat perlu diwujudkan melalui usaha meneladani Rasulullah SAW menunjukkan bahwa kegiatan pembacaan selawat dapat dikaitkan dengan pembentukan karakter yang meneladani Rasulullah SAW
Dalam konteks calon bidan, selawat dapat menjadi pengingat agar setiap proses belajar dan pelayanan yang dilakukan dengan niat yang baik. Setelah berelawat, seseorang seharusnya terdorong untuk mencontoh sifat Rasulullah SAW Seperti sabar menghadapi pasien, lembut dalam berkomunikasi, jujur dalam memberikan informasi, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Rasulullah SAW. Bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
Artinya:”Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”(HR.Abu Dawud, No. 4682; Tirmidzi, No. 1162). Hadits ini di nilai Hasan dan memiliki beberapa jalur periwayatan.
Hadits tersebut menunjukkan bahwa akhlak memiliki hubungan yang erat dengan kualitas keimanan. Dalam profesi kebidanan, kemampuan akademik dan keterampilan klinis harus di sertai akhlakyang baik. Bidan yang memiliki ilmu tetapi tidak memiliki empati, kejujuran, tanggung jawab, dan kesabaran akan kesulitan memberikan pelayanan yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan pasien.
Oleh karena itu, pembentukan karakter profesional bidan perlu dilakukan sejak masa pendidikan. Keteladanan Rasulullah SAW Dan kebiasaan berselawat dapat menjadi salah satu sarana refleksi untuk membangun kesadaran bahwa menjadi tenaga kesehatan bukan hanya tentang kemampuan bekerja, tetapi juga tentang bagaimana memperlakukan manusia dengan baik dan bermartabat.
Akhlak kepada Rasulullah SAW Melalui keteladanan dan selawat memiliki relevansi yang kuat dalam pembentukan karakter profesional bidan. Keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui penerapan sifat shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah dalam kehidupan maupun pelayanan kebidanan. Shiddiq mengajarkan kejujuran dan integritas, amanah mengajarkan tanggung jawab dan kepercayaan, tabligh mengajarkan komunikasi yang baik, sedangkan fathanah mengajarkan kecerdasan dan kompetensi. Selawat menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW Sekaligus pengingat untuk mengamalkan akhlak beliau. Dengan demikian, calon bidan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga memiliki karakter yang jujur, amanah, komunikatif, cerdas, sabar, dan penuh kasih sayang sehingga mampu memberikan pelayanan kebidanan yang profesional, manusiawi, dan bermartabat.
Yusuf Hasan, Haq Saeful Hilmi, Rukmana Lukman, Zilal Muhammad Uqbah, Muslim, Febriansyah Rio.2026. Akhlak Islam Dalam Kehidupan Modern:Nilai Dasar, Keteladanan Rasulullah, dan Hubungan Sosial. CV. Adanu Abimata.
Afif, M. N., Wahyuni, S., & Rozi, M. F. (2024). Desain pendidikan karakter Islami melalui model keteladanan Rasulullah di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Huda Padangan Bojonegoro. FENOMENA, 16(2), 131–148. https://doi.org/10.21093/fj.v16i2.7015
Basyir, T. F., Daniel, D. R., & Naimah, Z. (2021). Refleksi sifat Rasulullah dalam etika professional akuntan Indonesia. El-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah, 5(2), 47–74. https://doi.org/10.70136/el-iqtishod.v5i2.187
Bunganegara, M. H. (2020). Pemaknaan shalawat: Pandangan Majelis Dzikir Haqqul Yaqin. Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis, 9(2). https://doi.org/10.24252/tahdis.v9i2.12478
Lestari, D. D., & Haryanto, B. (2021). The Prophet’s exemplary method and its relevance in today’s Islamic education: Metode keteladanan Rasulullah SAW dan relevansinya dalam pendidikan Islam saat ini. Academia Open, 5. https://doi.org/10.21070/acopen.5.2021.2244
Kontributor: Keisya Alvaro Salsabilla
Editor: M. Jamaluddin Afghoni, M.Pd.
I. Pendahuluan Profesi bidan merupakan salah satu profesi kesehatan dengan tingkat tekanan kerja yan...
PENDAHULUAN Kebidanan adalah salah satu profesi yang berhadapan langsung dengan peristiwa paling men...
I. Pendahuluan Pelayanan kesehatan tidak hanya berhubungan dengan keberhasilan tindakan klinis, teta...
Pendahuluan Di era modern, profesi kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan ma...
I. Pendahuluan Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang melibatkan berbagai te...
I. Pendahuluan Dunia pelayanan gizi, baik di rumah sakit, puskesmas, industri katering, maupun insti...

Menemukan Makna Hidup di Era yang Serba Cepat 1. PENDAHULUAN Begitulah ritme hidup banyak anak muda hari ini. Di tengah notifikasi yang tak pern...

PENDAHULUAN Latar Belakang Pembahasan mengenai moral dan perilaku di zaman se...

1. PENDAHULUAN Korupsi merupakan salah satu permasalahan sistemik yang paling menghambat pembangunan nasional di Indonesia. Berdasarkan laporan ...

1. PENDAHULUAN Korupsi merupakan salah satu permasalahan utama yang menghambat pembangunan nasional di berbagai negara, terutama di negara berke...

1. PENDAHULUAN Kajian lintas penelitian menunjukkan bahwa korupsi di sektor kesehatan merupakan bentuk structural corruption yang berdampak lang...

No comments yet.