Breaking News
Categories
  • Akademik
  • Berita
  • Esai Ilmiah
  • Esai Umum
  • Feature
  • Jurnalistik
  • Kajian Ilmiah
  • Kajian Islam
  • Keislaman
  • Keislaman Populer
  • Literasi & Budaya
  • Opini Ilmiah
  • Opini Umum
  • Populer
  • Refleksi Islam
  • Refleksi Umum
  • Resensi Buku
  • Resensi Film
  • Sastra
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Akhlak Kepada Rasulullah Melalui Keteladanan dan Shalawat : Refleksi Bagi Pembentukan Karakter Profesional Bidan

    Sep 13 202622 Dilihat

    Pendahuluan

    Penulisan esai ini bertujuan untuk membahas bagaimana keteladanan akhlak Rasulullah SAW dan selawat dapat menjadi refleksi dalam membentuk karakter seorang bidan. Melalui pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut, diharapkan calon bidan mampu mengembangkan sikap profesional yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi, tetapi juga pada kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, dan penghormatan terhadap setiap pasien. Dengan demikian, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi pedoman dalam memberikan pelayanan kebidanan yang humanis, bermartabat, dan sesuai dengan nilai-nilai agama.

    Pembahasan

    Akhlak berasal dari bahasa Arab khuluq yang berarti tabiat, watak, karakter, atau kebiasaan yang melekat pada diri seseorang. Kata ini menunjukkan sifat dasar yang membentuk prilaku manusia dalam kehidupan sehari hari. Dalam pengertian ini, akhlak tidak hanya berkaitan dengan tindakan yang tampak secara lahiriah, tetapi juga berkaitan dengan kondisi batin yang memengaruhi sifat dan prilaku seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain maupun lingkungannya. Akhlak menjadi bagian penting dari kepribadian manusia karena melalui akhlak seseorang dapat menunjukkan nilai nilai moral yang di milikinya.

    Salah satu bentuk akhlak terpuji seorang muslim adalah Akhlak kepada Rasulullah SAW Akhlak kepada Rasulullah Dapat diwujudkan melalui mencintai beliau, menghormati beliau, memperbanyak selawat, mempelajari ajaran beliau, serta berusaha mengikuti akhlak yang dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Rasulullah SAW Merupakan uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi umat manusia. Hal tersebut ditegaskan dalam firman Allah SAW:

    لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ 

    Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”(QS-Al-Ahzab[33]:21)

    Ayat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW bukan hanya untuk dikagumi, tetapi juga untuk dijadikan contoh. Dalam konteks profesi bidan, keteladanan Rasulullah SAW Dapat di terapkan melalui perilaku yang jujur, bertanggung jawab, komunikatif, sabar, penuh kasih sayang, dan mampu mengambil keputusan dengan bijaksana. keteladanan Rasulullah SAW juga dapat menjadi pedoman dalam pembentukan karakter profesional seorang bidan (Lestari & Haryanto, 2021). karena nilai nilai kebaikan dapat di terapkan melalui proses pengamatan, pembiasaan, kesabaran, kepedulian, serta kemampuan berkomunikasi dengan baik kepada pasien.

    Rasulullah SAW memiliki beberapa sifat yaitu, Shiddiq berarti jujur atau benar. Sifat ini penting bagi seorang bidan karena pelayanan kebidanan berhubungan dengan kondisi kesehatan dan keselamatan ibu serta bayi. Bidan harus memberikan informasi berdasarkan keadaan yang sebenarnya dan tidak memberikan informasi yang menyesatkan pasien.

    Penerapan shiddiq dapat dilakukan melalui kejujuran ketika melakukan pemeriksaan, mencatat hasil pelayanan, menyampaikan kondisi pasien, serta memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga. Kejujuran juga dibutuhkan ketika seorang bidan menghadapi keterbatasan kompetensi. Bidan profesional tidak seharusnya memaksakan diri melakukan tindakan yang berada di luar kompetensinya, melainkan melakukan konsultasi atau merujuk sesuai kebutuhan.

    Sifat shiddiq juga berkaitan dengan integritas. (Basyir dkk.,2021) menjelaskan, Dalam menjalankan profesi, sifat jujur dapat direfleksikan dalam prinsip integritas profesional. yaitu bersikap jujur dan lugas dalam menjalankan hubungan profesional. Walaupun penelitian tersebut membahas profesi akuntan, konsep integritas tersebut relevan untuk di refleksikan dalam profesi kesehatan, termasuk kebidanan.

    Rasulullah SAW juga memiliki sifat Amanah berarti dapat dipercaya dan bertanggung jawab terhadap sesuatu dipercayakan. Dalam profesi kebidanan, pasien memberikan kepercayaan kepada bidan untuk membantu memberikan pelayanan terhadap dirinya dan bayinya. Kepercayaan tersebut harus dijaga melalui sikap bertanggung jawab dan menghormati hak pasien.

    Penerapan amanah dapat di wujudkan dengan memberikan pelayanan sesuai standar dan kompetensi, menjaga kerahasiaan informasi pasien, serta melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. Bidan juga harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat dengan tidak menyalahgunakan kedudukannya sebagai tenaga kesehatan.

    Profesionalisme tidak hanya berkaitan dengan kemampuan klinis, tetapi juga dengan tanggung jawab dalam melaksanakan pelayanan. Seorang bidan perlu memiliki kompetensi, menjalankan tugas sebagai standar pelayanan kebidanan yang aman dan berkualitas. Standar profesi bidan juga menekankan bahwa profesionalisme mencakup prilaku profesional, kepatuhan terhadap etika, komunikasi efektif, pengembangan diri, serta tanggung jawab dalam pelayanan kebidanan.

    Tabligh juga merupakan salah satu sifat yang di miliki Rasulullah SAW tabligh berarti menyampaikan. Dalam profesi kebidanan, sifat tabligh dapat diwujudkan melalui komunikasi yang baik antara bidan dengan pasien, keluarga, maupun tenaga kesehatan lainnya. Bidan memiliki tugas untuk memberikan konseling dan pendidikan keehatan kepada perempuan, keluarga, serta masyarakat.

    Seorang bidan harus mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, sopan, jelas, dan sesuai dengan kondisi pasien. Misalnya, ketika memberikan edukasi mengenai kehamilan, persalinan, menyusui, perawatan bayi, atau kesehatan reproduksi. Informasi yang disampaikan secara baik dapat membantu pasien memahami kondisi dirinya sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat.

    Dengan demikian, tabligh tidak hanya bermakna berbicara atau menyampaikan informasi, tetapi juga menyampaikan sesuatu dengan benar dan bertanggung jawab. Kemampuan komunikasi yang baik dapat membantu menciptakan hubungan yang nyaman dan saling percaya antara bidan dengan pasien.

    Rasulullah SAW merupakan sosok yang di kenal memiliki kecerdasan luar biasa. cerdas memiliki arti dalam bahasa arab yang artinya Fathanah. Seorang bidan harus memiliki kemampuan berpikir. Seorang bidan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai karena kondisi pasien dapat berbeda-beda dan membutuhkan pertimbangan profesional.salah satu sifat Rasulullah SAW yang harus di miliki seorang bidan yaitu fathanah, karena dapat mengasah ilmu dan keterampilan yang di miliki seorang bidan agar terus berkembang.

    Fathanah dapat diwujudkan dengan terus belajar, mengikuti perkembangan ilmu kebidanan, berpikir kritis, mampu mengenali masalah, serta mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan dan kompetensi. Bidan juga perlu mengetahui batas kewenangan dan kapan harus memberikan pelayanan berdasarkan ilmu, kompetensi, dan pertimbangan yang tepat.

    Selawat merupakan salah satu bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Allah SWT. Berfirman:

    اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya”(QS-Al Ahzab[33]:56)                                                                                                                                                

    Ayat tersebut menjadi landasan penting bahwa umat islam diperintahkan untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW Selawat dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW Dan mengingat kembali akhlak beliau. Bunganegara (2020) menjelaskan bahwa selawat merupakan doa yang ditunjukan kepada Rasulullah SAW. Dan dalam praktiknya dapat dimaknai sebagai bagian dari kehidupan spiritual.

    Namun, selawat tidak hanya dilakukan secara lisan. Makna selawat perlu diwujudkan melalui usaha meneladani Rasulullah SAW menunjukkan bahwa kegiatan pembacaan selawat dapat dikaitkan dengan pembentukan karakter yang meneladani Rasulullah SAW

    Dalam konteks calon bidan, selawat dapat menjadi pengingat agar setiap proses belajar dan pelayanan yang dilakukan dengan niat yang baik. Setelah berelawat, seseorang seharusnya terdorong untuk mencontoh sifat Rasulullah SAW Seperti sabar menghadapi pasien, lembut dalam berkomunikasi, jujur dalam memberikan informasi, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

    Rasulullah SAW. Bersabda:

    أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

    Artinya:”Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”(HR.Abu Dawud, No. 4682; Tirmidzi, No. 1162). Hadits ini di nilai Hasan dan memiliki beberapa jalur periwayatan.

    Hadits tersebut menunjukkan bahwa akhlak memiliki hubungan yang erat dengan kualitas keimanan. Dalam profesi kebidanan, kemampuan akademik dan keterampilan klinis harus di sertai akhlakyang baik. Bidan yang memiliki ilmu tetapi tidak memiliki empati, kejujuran, tanggung jawab, dan kesabaran akan kesulitan memberikan pelayanan yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan pasien.

    Oleh karena itu, pembentukan karakter profesional bidan perlu dilakukan sejak masa pendidikan. Keteladanan Rasulullah SAW Dan kebiasaan berselawat dapat menjadi salah satu sarana refleksi untuk membangun kesadaran bahwa menjadi tenaga kesehatan bukan hanya tentang kemampuan bekerja, tetapi juga tentang bagaimana memperlakukan manusia dengan baik dan bermartabat.

    Penutup

    Akhlak kepada Rasulullah SAW Melalui keteladanan dan selawat memiliki relevansi yang kuat dalam pembentukan karakter profesional bidan. Keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui penerapan sifat shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah dalam kehidupan maupun pelayanan kebidanan. Shiddiq mengajarkan kejujuran dan integritas, amanah mengajarkan tanggung jawab dan kepercayaan, tabligh mengajarkan komunikasi yang baik, sedangkan fathanah mengajarkan kecerdasan dan kompetensi. Selawat menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW Sekaligus pengingat untuk mengamalkan akhlak beliau. Dengan demikian, calon bidan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga memiliki karakter yang jujur, amanah, komunikatif, cerdas, sabar, dan penuh kasih sayang sehingga mampu memberikan pelayanan kebidanan yang profesional, manusiawi, dan bermartabat.

    Daftar Pustaka

    Yusuf Hasan, Haq Saeful Hilmi, Rukmana Lukman, Zilal Muhammad Uqbah, Muslim,    Febriansyah  Rio.2026. Akhlak Islam Dalam Kehidupan Modern:Nilai Dasar,     Keteladanan Rasulullah, dan Hubungan Sosial. CV. Adanu Abimata.

    Afif, M. N., Wahyuni, S., & Rozi, M. F. (2024). Desain pendidikan karakter Islami melalui          model keteladanan Rasulullah di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Huda Padangan            Bojonegoro. FENOMENA, 16(2), 131–148. https://doi.org/10.21093/fj.v16i2.7015

    Basyir, T. F., Daniel, D. R., & Naimah, Z. (2021). Refleksi sifat Rasulullah dalam etika                professional akuntan Indonesia. El-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah, 5(2), 47–74.        https://doi.org/10.70136/el-iqtishod.v5i2.187

    Bunganegara, M. H. (2020). Pemaknaan shalawat: Pandangan Majelis Dzikir Haqqul Yaqin.        Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis, 9(2). https://doi.org/10.24252/tahdis.v9i2.12478

    Lestari, D. D., & Haryanto, B. (2021). The Prophet’s exemplary method and its relevance in        today’s Islamic education: Metode keteladanan Rasulullah SAW dan relevansinya dalam pendidikan Islam saat ini. Academia Open, 5. https://doi.org/10.21070/acopen.5.2021.2244

    Kontributor: Keisya Alvaro Salsabilla

    Editor: M. Jamaluddin Afghoni, M.Pd.

    Share to

    Related News

    Kompetensi Klinis dan Kedalaman Spiritua...

    by Shofwatun Nisa Sep 17 2026

    I. Pendahuluan Profesi bidan merupakan salah satu profesi kesehatan dengan tingkat tekanan kerja yan...

    Akhlak Kepada Allah Sebagai Fondasi Spir...

    by Selvi Hertati Br Simbolon Sep 17 2026

    PENDAHULUAN Kebidanan adalah salah satu profesi yang berhadapan langsung dengan peristiwa paling men...

    Cinta Allah pada Keindahan sebagai Landa...

    by Naswa Nabila Putri Sep 16 2026

    I. Pendahuluan Pelayanan kesehatan tidak hanya berhubungan dengan keberhasilan tindakan klinis, teta...

    Benteng Akhlak Ahli Gizi dalam Menghadap...

    by Anggun Rizqiyana Sep 15 2026

    Pendahuluan Di era modern, profesi kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan ma...

    Budaya Kerja Berbasis Nilai Ihsan dalam ...

    by Mutiara Situmorang Sep 15 2026

    I. Pendahuluan  Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang melibatkan berbagai te...

    Kisah Penumpang Kapal dalam Hadis Nabi s...

    by Jennysa Maulani Sep 15 2026

    I. Pendahuluan Dunia pelayanan gizi, baik di rumah sakit, puskesmas, industri katering, maupun insti...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Jurnal Dedikasi

    Jurnal Madani

    Jurnal Cendekia

    Other News

    Sains Tanpa Arah, Teknologi Tanpa Nurani: Menga...

    1. PENDAHULUAN Abad ke-21 ditandai dengan akselerasi eksponensial dalam bidang sains dan teknologi yang lajunya tidak pernah terbayangkan dalam ...

    Urgensi Pembentukan Akhlak dalam Menghadapi Kri...

    Dalam era modern yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang pesat, globalisasi, dan dinamika sosial yang terus berubah, kita dihadapkan pa...

    12 Apr 2026

    Peran Etika Interaksi Akademik Islami dalam Men...

    I. Pendahuluan Interaksi akademik merupakan bagian penting dalam kehidupan mahasiswa karena proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui ke...

    02 Sep 2026

    Kisah Penumpang Kapal dalam Hadis Nabi sebagai ...

    I. Pendahuluan Dunia pelayanan gizi, baik di rumah sakit, puskesmas, industri katering, maupun institusi pendidikan, senantiasa bertumpu pada sa...

    15 Sep 2026

    DI ANTARA LIKE DAN KOMENTAR, MASIHKAH ADA KEMAN...

    Perspektif Islam dalam Menghadapi Tantangan Dunia Digital 1. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehi...

    10 Jun 2026
    back to top