Breaking News
Categories
  • Akademik
  • Berita
  • Esai Ilmiah
  • Esai Umum
  • Feature
  • Jurnalistik
  • Kajian Ilmiah
  • Kajian Islam
  • Keislaman
  • Keislaman Populer
  • Literasi & Budaya
  • Opini Ilmiah
  • Opini Umum
  • Populer
  • Refleksi Islam
  • Refleksi Umum
  • Resensi Buku
  • Resensi Film
  • Sastra
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Pengendalian Amarah dan Pemaafan Sebagai Wujud Ketakwaan dalam Komunikasi Terapeutik Bidan

    Aug 30 202641 Dilihat

    Pendahuluan

      Bidan adalah tenaga kesehatan yang sering berhadapan langsung dengan pasien. Dalam menjalankan tugasnya, bidan tidak hanya membutuhkan keterampilan dalam melakukan tindakan kebidanan, tetapi juga harus mampu berkomunikasi dengan baik. Komunikasi yang baik dapat membuat pasien merasa lebih nyaman, aman, dan percaya kepada bidan. Salah satu bentuk komunikasi yang penting dalam pelayanan kebidanan adalah komunikasi terapeutik. 

      Dalam pelayanan kebidanan, komunikasi dapat menjadi tantangan ketika bidan menghadapi pasien atau keluarga dengan kondisi yang berbeda. Situasi tersebut membutuhkan sikap sabar dan kemampuan mengendalikan diri agar komunikasi tetap berjalan dengan baik. Karena itu, pengendalian amarah dan pemaafan penting dimiliki bidan dalam menjalankan tugasnya.

      Islam mengajarkan umatnya untuk mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Sikap tersebut merupakan salah satu bentuk ketakwaan kepada Allah Swt. Dalam profesi kebidanan, pengendalian amarah dan pemaafan dapat diterapkan ketika bidan berkomunikasi dengan pasien, keluarga pasien, maupun sesama tenaga kesehatan.Esai ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya kemampuan bidan dalam mengendalikan amarah dan memaafkan sebagai bentuk ketakwaan serta penerapannya dalam komunikasi terapeutik.Dengan menerapkan sikap tersebut, bidan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih sabar, ramah, dan menghargai pasien. 

      Pembahasan

      Pengendalian amarah adalah kemampuan seseorang untuk menahan rasa marah agar tidak melampiaskannya kepada orang lain. Marah merupakan perasaan yang wajar, tetapi seseorang perlu mengatur dirinya agar tidak melakukan atau mengatakan sesuatu yang dapat merugikan orang lain. Pemaafan berarti bersedia melepaskan rasa marah terhadap kesalahan orang lain. Dalam Islam, kedua sikap tersebut merupakan perilaku yang baik dan dapat menjadi bagian dari ketakwaan kepada Allah Swt.

      Allah Swt. berfirman dalam QS. Ali ‘Imran ayat 134:

      وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

      Artinya: “Orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Kementerian Agama Republik Indonesia, 2019).

      Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang baik bukanlah orang yang tidak pernah marah, tetapi orang yang mampu menahan amarahnya dan tidak melakukan hal buruk ketika sedang marah. Setelah itu, seseorang juga dianjurkan untuk memaafkan kesalahan orang lain. Ayat tersebut menunjukkan bahwa menahan amarah dan memaafkan merupakan perilaku yang baik dan dicintai oleh Allah Swt.

      Rasulullah saw. juga mengajarkan pentingnya mengendalikan amarah. Beliau bersabda:

      لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

      Artinya: “Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari No. 6114).

      Hadis ini menunjukkan bahwa mengendalikan diri ketika marah merupakan suatu bentuk kekuatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan menahan emosi dapat membantu seseorang menyelesaikan masalah dengan lebih baik.

      Dalam pelayanan kebidanan, pengendalian amarah sangat dibutuhkan karena bidan dapat menghadapi berbagai keadaan. Pasien bisa merasa takut, cemas, kesakitan, atau bingung sehingga terkadang berbicara dengan nada tinggi. Keluarga pasien juga bisa merasa panik karena khawatir dengan kondisi pasien. Jika bidan ikut marah, komunikasi antara bidan dan pasien dapat menjadi semakin buruk. Sebaliknya, jika bidan tetap tenang, mendengarkan keluhan pasien, dan memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti, pasien akan lebih merasa nyaman. 

      Hal tersebut berkaitan dengan komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang dilakukan tenaga kesehatan untuk membantu pasien dan membangun hubungan yang baik dengan pasien. Dalam komunikasi terapeutik, bidan perlu mendengarkan pasien, menunjukkan perhatian, menggunakan bahasa yang sopan, dan memberikan informasi dengan jelas. Bidan juga perlu memahami perasaan pasien agar pasien merasa dihargai. Oleh karena itu, bidan harus mampu mengendalikan emosinya ketika menghadapi pasien yang sedang marah atau sulit diajak berbicara. 

      Sikap empati juga sangat penting dalam komunikasi terapeutik. Empati berarti berusaha memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Seorang bidan yang memiliki empati tidak hanya melihat pasien dari kondisi fisiknya, tetapi juga memperhatikan perasaan dan keadaan pasien. Aktaş dan Pasinlioğlu (2021) menunjukkan bahwa pelatihan empati pada bidan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi empatik bidan dan kepuasan ibu terhadap pelayanan yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa cara bidan berkomunikasi dapat memengaruhi pengalaman pasien selama mendapatkan pelayanan. 

      Pemaafan juga dapat diterapkan dalam pekerjaan bidan. Kesalahpahaman antara bidan dengan pasien atau keluarga pasien dapat terjadi, terutama ketika keluarga sedang panik atau khawatir dengan kondisi pasien. Misalnya, keluarga pasien berulang kali berbicara dengan nada kasar, menyalahkan bidan, atau merasa bahwa pelayanan yang diberikan belum sesuai dengan harapan mereka. Dalam keadaan tersebut, bidan perlu mengendalikan amarah dan tidak membalas perkataan dengan emosi. Bidan dapat mendengarkan keluhan keluarga, memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami, serta tetap bersikap sopan.

      Jika keadaan semakin sulit, bidan dapat meminta bantuan tenaga kesehatan lain untuk membantu menyelesaikan masalah. Setelah masalah selesai, bidan dapat memaafkan dan tidak menyimpan rasa dendam. Namun, memaafkan bukan berarti membenarkan semua kesalahan orang lain. Bidan tetap dapat mengambil pelajaran dari kejadian tersebut agar pelayanan dan komunikasi selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih baik.

      Lee dan Enright (2019) melalui meta-analisis menunjukkan adanya hubungan antara pemaafan terhadap orang lain dan kesehatan. Dalam konteks kebidanan, sikap memaafkan dapat membantu bidan untuk tidak terus menyimpan rasa marah setelah menghadapi kesalahpahaman dengan pasien atau keluarga. Hal ini penting karena pekerjaan sebagai tenaga kesehatan dapat membuat seseorang merasa lelah dan menghadapi berbagai tekanan.

      Rasmussen et al. (2019) menjelaskan bahwa hubungan antara pemaafan dan kesehatan dapat dipengaruhi oleh beberapa perbedaan dalam cara seseorang memahami dan melakukan pemaafan. Dalam konteks kebidanan, pembahasan ini menunjukkan bahwa pemaafan perlu dilakukan dengan sikap yang tepat. Bidan dapat tetap menyadari kesalahan yang terjadi, mengambil pelajaran dari masalah tersebut, dan melanjutkan hubungan kerja tanpa terus membawa emosi negatif dari kejadian sebelumnya.

      Dalam praktiknya, bidan dapat menerapkan pengendalian amarah dengan cara sederhana. Ketika mulai merasa marah, bidan dapat menenangkan diri terlebih dahulu sebelum berbicara. Bidan juga dapat menarik napas, mendengarkan pasien sampai selesai, dan tidak langsung membalas perkataan yang membuatnya kesal. Jika terjadi kesalahpahaman, bidan dapat membicarakannya dengan baik untuk mencari penyelesaian. Jika masalah tidak dapat diselesaikan sendiri, bidan dapat meminta bantuan kepada tenaga kesehatan atau pihak yang bertanggung jawab.

      Penutup

      Pengendalian amarah dan pemaafan merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi terapeutik yang baik. Bidan perlu mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi pasien, keluarga, maupun tenaga kesehatan lainnya agar komunikasi tetap berjalan dengan baik. Sikap memaafkan juga membantu bidan menghadapi kesalahan atau kesalahpahaman tanpa terus membawa perasaan negatif. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam dalam QS. Ali ‘Imran ayat 134 tentang menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Dengan menerapkan kedua sikap tersebut, bidan dapat menjalankan pelayanan dengan tetap menghargai pasien dan menjaga hubungan yang baik.

      Penerapan pengendalian amarah dan pemaafan dalam pekerjaan juga menjadi salah satu bentuk pengamalan nilai ketakwaan kepada Allah Swt. Sikap tersebut dapat membantu bidan menjalankan tanggung jawabnya dengan baik serta memperlakukan pasien dengan penuh perhatian. Dengan demikian, ketakwaan tidak hanya diterapkan dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam menjalankan profesi kebidanan.  

      Daftar Pustaka

      Aktaş, S., & Pasinlioğlu, T. (2021). The effect of empathy training given to midwives on the empathic communication skills of midwives and the birth satisfaction of mothers. Journal of Evaluation in Clinical Practice, 27(4), 858–867. https://doi.org/10.1111/jep.13523⁠

      Al-Bukhari, M. I. (n.d.). Sahih al-Bukhari. 

      Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

      Lee, Y. R., & Enright, R. D. (2019). A meta-analysis of the association between forgiveness of others and physical health. Journal of Health Psychology, 24(5), 626–643. https://doi.org/10.1080/08870446.2018.1554185⁠

      Rasmussen, K. R., Stackhouse, M., Boon, S. D., Comstock, K., & Ross, R. (2019). Meta-analytic connections between forgiveness and health: The moderating effects of  forgiveness-related distinctions. Psychology & Health, 34(5), 515–534. https://doi.org/10.1080/08870446.2018.1545906  

      Kontributor: Halima NurSakinah Harahap

      Editor: M. Jamaluddin Afghoni, M.Pd.

      Share to

      Related News

      Kompetensi Klinis dan Kedalaman Spiritua...

      by Shofwatun Nisa Sep 17 2026

      I. Pendahuluan Profesi bidan merupakan salah satu profesi kesehatan dengan tingkat tekanan kerja yan...

      Akhlak Kepada Allah Sebagai Fondasi Spir...

      by Selvi Hertati Br Simbolon Sep 17 2026

      PENDAHULUAN Kebidanan adalah salah satu profesi yang berhadapan langsung dengan peristiwa paling men...

      Cinta Allah pada Keindahan sebagai Landa...

      by Naswa Nabila Putri Sep 16 2026

      I. Pendahuluan Pelayanan kesehatan tidak hanya berhubungan dengan keberhasilan tindakan klinis, teta...

      Benteng Akhlak Ahli Gizi dalam Menghadap...

      by Anggun Rizqiyana Sep 15 2026

      Pendahuluan Di era modern, profesi kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan ma...

      Budaya Kerja Berbasis Nilai Ihsan dalam ...

      by Mutiara Situmorang Sep 15 2026

      I. Pendahuluan  Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang melibatkan berbagai te...

      Kisah Penumpang Kapal dalam Hadis Nabi s...

      by Jennysa Maulani Sep 15 2026

      I. Pendahuluan Dunia pelayanan gizi, baik di rumah sakit, puskesmas, industri katering, maupun insti...

      No comments yet.

      Please write your comment.

      Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

      *

      *

      Jurnal Dedikasi

      Jurnal Madani

      Jurnal Cendekia

      Other News

      Menjalankan Amanah Ilmu dengan Kasih dan Tanggu...

      Pendahuluan Profesi tenaga kesehatan merupakan salah satu bentuk pekerjaan yang memiliki tanggung jawab besar karena berhubungan langsung dengan...

      Ibarat Satu Tubuh dalam Hadis Nabi Sebagai Pola...

      Pendahuluan Tenaga kesehatan memiliki tuntutan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu di era saat ini. Bentuk pelayanan yang bermutu ...

      Fiqh al-Muwāzanāt sebagai Timbangan Manfaat d...

      I. Pendahuluan Perkembangan teknologi kesehatan dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar terhadap pelayanan kesehatan. Berbag...

      09 Sep 2026

      Korupsi Biang Kerok Sistematik Kemiskinan dan K...

      1. PENDAHULUAN             Dalam dua dekade terakhir, Indonesia mencatat pertumbuhan ekon...

      16 Apr 2026

      Ayat Kauniyah Pada Proses Persalinan Sebagai Sa...

      I. Pendahuluan Ruang bersalin masa kini bertumpu pada kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat. Pemantauan detak jantung janin, partograf berbasis b...

      06 Sep 2026
      back to top