Breaking News
Categories
  • Akademik
  • Berita
  • Esai Ilmiah
  • Esai Umum
  • Feature
  • Jurnalistik
  • Kajian Ilmiah
  • Kajian Islam
  • Keislaman
  • Keislaman Populer
  • Literasi & Budaya
  • Opini Ilmiah
  • Opini Umum
  • Populer
  • Refleksi Islam
  • Refleksi Umum
  • Resensi Buku
  • Resensi Film
  • Sastra
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Ma’rifatullah melalui Keajaiban Sistem Imun Manusia

    • Oct 28 2026 • 15 Dilihat

    Pendahuluan

    Tubuh manusia merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang memiliki keteraturan dan kompleksitas luar biasa. Setiap organ dan sistem di dalam tubuh memiliki fungsi yang saling berhubungan untuk mempertahankan kehidupan. Salah satu sistem yang menunjukkan keajaiban tersebut adalah sistem imun. Sistem imun merupakan sistem pertahanan tubuh yang berfungsi mengenali dan melawan berbagai zat asing maupun mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit. Sistem ini melibatkan berbagai sel, jaringan, organ, dan molekul yang bekerja secara terkoordinasi. Keberadaan sistem imun yang bekerja tanpa disadari manusia dapat menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang mendorong manusia untuk mengenal dan mensyukuri Sang Pencipta.

    Mempelajari sistem imun tidak hanya penting dalam ilmu kesehatan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ma’rifatullah atau pengenalan kepada Allah SWT. Hal ini semakin relevan dalam bidang kebidanan karena kehamilan menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh ibu, termasuk sistem imunnya. Tubuh ibu harus tetap mampu melindungi dirinya dari infeksi sekaligus menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Oleh karena itu, pemahaman mengenai sistem imun dapat membantu tenaga kebidanan memberikan pelayanan yang lebih aman dan berdasarkan ilmu pengetahuan. Tulisan ini membahas keajaiban sistem imun sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT serta keterkaitannya dengan pelayanan kebidanan.

    Pembahasan

    Allah SWT mengajak manusia untuk memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Nya, termasuk yang terdapat dalam diri manusia sendiri. Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 20–21:

    وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ ۝ وَفِي أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

    Artinya: “Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Adz-Dzariyat: 20–21).

    Ayat tersebut dapat menjadi dasar bahwa manusia dianjurkan untuk memperhatikan dirinya sendiri sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Ketika seseorang mempelajari sistem imun secara mendalam, ia akan menemukan mekanisme pertahanan yang sangat teratur. Tubuh mampu menghadapi berbagai mikroorganisme tanpa manusia harus secara sadar mengatur setiap prosesnya. Hal tersebut dapat menjadi sarana untuk merenungkan betapa terbatasnya kemampuan manusia dibandingkan dengan kesempurnaan ciptaan Allah SWT.

    Allah SWT juga berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 78:

    وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78).

    Ayat tersebut mengingatkan bahwa berbagai kemampuan yang dimiliki manusia merupakan nikmat dari Allah SWT yang seharusnya menumbuhkan rasa syukur. Sistem imun juga merupakan salah satu bentuk nikmat tersebut. Manusia tidak perlu menyadari kapan sel imun mulai bekerja ketika tubuh menghadapi ancaman. Berbagai mekanisme pertahanan berlangsung secara otomatis untuk menjaga tubuh tetap berada dalam kondisi yang seimbang.

    Secara ilmiah, sistem imun secara umum terdiri atas sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif. Sistem imun bawaan merupakan pertahanan awal tubuh yang bekerja dengan cepat terhadap berbagai ancaman. Pertahanan ini melibatkan kulit dan membran mukosa sebagai penghalang fisik serta berbagai sel pertahanan seperti neutrofil, makrofag, dan natural killer cells. Sementara itu, sistem imun adaptif memberikan respons yang lebih spesifik melalui limfosit B dan limfosit T. Limfosit B dapat menghasilkan antibodi, sedangkan limfosit T memiliki peran dalam mengatur respons imun dan membantu mengatasi sel yang terinfeksi. Sistem imun adaptif juga mempunyai kemampuan membentuk memori imunologis sehingga tubuh dapat memberikan respons yang lebih cepat terhadap antigen yang pernah dikenali sebelumnya.

    Keteraturan tersebut menunjukkan bahwa sistem imun bukanlah sistem yang sederhana. Sel-sel pertahanan harus mengenali ancaman, mengirimkan sinyal, mengaktifkan respons, dan kemudian mengendalikan respons tersebut agar tidak merusak jaringan tubuh sendiri. Sistem imun juga harus mampu membedakan antara bagian tubuh sendiri dan benda asing. Apabila mekanisme pengaturan tersebut terganggu, dapat muncul berbagai masalah kesehatan. Dengan mempelajari mekanisme tersebut, manusia dapat semakin memahami betapa kompleksnya kehidupan yang Allah SWT ciptakan.

    Dalam Islam, pencarian ilmu merupakan bagian penting dari kehidupan manusia. Imam Al-Ghazali menjelaskan pentingnya menggunakan akal untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Pengetahuan mengenai tubuh manusia dapat menjadi salah satu jalan untuk melakukan perenungan tersebut. Dengan demikian, ilmu tentang sistem imun tidak hanya menghasilkan pengetahuan biologis, tetapi juga dapat membentuk rasa kagum, syukur, dan kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan. Namun, hubungan antara ilmu dan agama perlu dipahami secara proporsional. Ayat Al-Qur’an tidak harus dipaksakan menjadi penjelasan teknis mengenai setiap mekanisme biologis. Al-Qur’an memberikan dorongan kepada manusia untuk berpikir dan memperhatikan ciptaan Allah, sedangkan ilmu kesehatan menjelaskan mekanismenya berdasarkan penelitian ilmiah.

    Hal tersebut juga sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

    مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

    Artinya: “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya.” (HR. Bukhari).

    Hadis tersebut dapat menjadi motivasi bagi manusia untuk terus mempelajari penyakit dan berbagai cara untuk mencegah maupun mengatasinya. Dalam bidang kesehatan, pemahaman mengenai sistem imun telah membantu manusia memahami berbagai penyakit infeksi, mengembangkan vaksin, serta melakukan tindakan pencegahan. Pengetahuan tersebut pada akhirnya dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

    Keajaiban sistem imun menjadi semakin menarik apabila dikaitkan dengan kehamilan. Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami perubahan sistem imun yang kompleks. Janin memiliki materi genetik dari ayah dan ibu, sehingga secara imunologis memiliki karakteristik yang berbeda dari ibu. Meskipun demikian, tubuh ibu memiliki mekanisme toleransi imun yang memungkinkan kehamilan berlangsung. Artinya, sistem imun ibu tetap menjalankan fungsi pertahanan, tetapi pada saat yang sama terjadi penyesuaian agar perkembangan janin dapat berlangsung dengan baik. Fenomena ini menunjukkan adanya keseimbangan biologis yang sangat kompleks.

    Pemahaman mengenai sistem imun tersebut memiliki hubungan erat dengan pelayanan kebidanan. Bidan perlu memahami kondisi fisiologis ibu selama kehamilan agar dapat memberikan edukasi dan pelayanan yang tepat. Pelayanan antenatal tidak hanya bertujuan memantau perkembangan janin, tetapi juga mencakup penilaian kondisi ibu, pencegahan penyakit, edukasi kesehatan, dan berbagai intervensi yang mendukung kesehatan ibu dan bayi. WHO menekankan bahwa pelayanan antenatal perlu berorientasi pada kesehatan dan kesejahteraan ibu serta janin.

    Salah satu bentuk pelayanan yang berkaitan dengan sistem imun adalah imunisasi pada ibu hamil. Imunisasi maternal dapat memberikan perlindungan kepada ibu terhadap penyakit tertentu dan pada kondisi tertentu membantu memberikan perlindungan kepada bayi melalui transfer antibodi maternal melewati plasenta. WHO menjelaskan bahwa vaksin maternal dapat berperan dalam memberikan perlindungan kepada bayi pada periode awal kehidupan melalui transfer antibodi dari ibu.  Hal ini menunjukkan bahwa sistem imun ibu memiliki peran penting bukan hanya bagi kesehatan dirinya, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap perlindungan bayi.

    Dalam pelayanan kebidanan, tenaga kesehatan juga perlu memastikan status imunisasi ibu dan memberikan edukasi berdasarkan rekomendasi yang berlaku. WHO memasukkan imunisasi tertentu, seperti vaksinasi tetanus sesuai status imunisasi, dalam pelayanan antenatal untuk membantu mencegah tetanus neonatal.  Karena rekomendasi vaksin dapat berbeda berdasarkan kondisi ibu, jenis vaksin, usia kehamilan, dan kebijakan kesehatan yang berlaku, bidan harus memberikan informasi berdasarkan pedoman dan melakukan kolaborasi apabila diperlukan.

    Pemahaman mengenai sistem imun juga membantu bidan memberikan pendidikan kesehatan secara lebih tepat. Ibu hamil perlu mengetahui pentingnya menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan bergizi, melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, mencegah paparan infeksi, serta mengikuti anjuran imunisasi yang sesuai. Pelayanan tersebut bukan hanya tindakan teknis, tetapi juga bentuk tanggung jawab dalam menjaga amanah kehidupan. Bidan dapat mengintegrasikan pendekatan ilmiah dengan nilai kemanusiaan dan spiritual tanpa memaksakan keyakinan kepada pasien.

    Pada akhirnya, mempelajari sistem imun dapat menjadi sarana untuk membangun tenaga kebidanan yang memiliki keseimbangan antara ilmu dan nilai spiritual. Kesadaran bahwa tubuh manusia memiliki mekanisme pertahanan yang begitu kompleks dapat menumbuhkan rasa kagum dan syukur kepada Allah SWT. Di sisi lain, ilmu pengetahuan membuat tenaga kesehatan mampu memahami mekanisme tersebut dan menerapkannya dalam pelayanan. Keduanya tidak harus dipertentangkan, tetapi dapat saling melengkapi dalam membentuk pelayanan yang aman, profesional, dan manusiawi.

    Penutup

    Sistem imun manusia merupakan salah satu contoh keajaiban ciptaan Allah SWT yang menunjukkan keteraturan, keseimbangan, dan kompleksitas kehidupan. Sistem imun bawaan dan adaptif bekerja secara terkoordinasi untuk mempertahankan tubuh dari berbagai ancaman, sedangkan selama kehamilan sistem imun ibu mengalami perubahan yang memungkinkan perlindungan terhadap infeksi tetap berlangsung sekaligus mendukung perkembangan janin. Al-Qur’an mengajak manusia untuk memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah dalam dirinya sendiri, sementara hadis Rasulullah SAW mendorong manusia untuk berusaha mencari pengobatan terhadap penyakit. Dalam pelayanan kebidanan, pemahaman tentang sistem imun dapat diterapkan melalui edukasi kesehatan, pencegahan infeksi, pelayanan antenatal, serta imunisasi maternal. Dengan demikian, mempelajari sistem imun bukan hanya meningkatkan pengetahuan ilmiah, tetapi juga dapat menjadi sarana ma’rifatullah yang menumbuhkan rasa syukur dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan bayi.

    Daftar Pustaka

    Al-Bukhari, M. I. (n.d.). Sahih al-Bukhari.

    Al-Qur’an al-Karim. (n.d.). QS. Adz-Dzariyat: 20–21; QS. An-Nahl: 78.

    World Health Organization. (2016). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. World Health Organization.

    World Health Organization. (2020). Maternal immunization and antenatal care situation analysis report of the MIACSA project 2016–2019. World Health Organization.

    World Health Organization. (2021). Safety of immunization during pregnancy: A review of the evidence. World Health Organization.

    Li, X., Zhou, J., Fang, M., & Yu, B. (2020). Pregnancy immune tolerance at the maternal-fetal interface. International Reviews of Immunology, 39(6), 247–263. https://doi.org/10.1080/08830185.2020.1777292

    Weng, J., Couture, C., & Girard, S. (2023). Innate and adaptive immune systems in physiological and pathological pregnancy. Biology, 12(3), 402. https://doi.org/10.3390/biology12030402

    Kontributor: Juwita Salvia

    Editor: Dani Habibi, M.Ag.

    Share to

    Related News

    Maqashid Syariah sebagai Akar Filosofis ...

    by Keyla Calli Genia • Nov 02 2026

    PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. HAM ...

    Narrative Medicine dan Integritas Seni d...

    by Ayla Azzura • Nov 02 2026

    Pendahuluan Perkembangan dunia kesehatan dewasa ini yang didominasi oleh teknologi medis yang semaki...

    Transformasi Digital Pelayanan Gizi dala...

    by Fathahila Nailhan • Nov 02 2026

    1. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang ke...

    Konsep Ulul Albab sebagai Profil Ideal P...

    by Moses Beladio Sihombing • Nov 01 2026

    PENDAHULUAN Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberik...

    Tiga Tingkatan Nafsu dalam Perspektif Ib...

    by Aliya Rahadatul Aisyi • Nov 01 2026

    PENDAHULUAN Profesi keperawatan merupakan pekerjaan yang menuntut kemampuan teknis sekaligus kematan...

    Politik Sebagai Sarana Mewujudkan Kemasl...

    by Tata Rina Sigita • Oct 31 2026

    Pendahuluan Politik merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena melalui po...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Jurnal Dedikasi

    Jurnal Madani

    Jurnal Cendekia

    Other News

    Kontribusi Yesus Kristus Sebagai Teladan Integr...

    Pendahuluan Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi kesehatan pada abad ke-21 telah memberikan kemajuan luar biasa dalam upaya diagnosis, pen...

    Bahaya Riya dalam Pelayanan Kesehatan

    A. Pendahuluan Pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk pengabdian yang memiliki nilai kemanusiaan sekaligus dapat menjadi ibadah bagi se...

    Perbandingan Ritual Perawatan Jenazah Lintas Ag...

    I. Pendahuluan Kematian adalah takdir yang pasti dialami oleh setiap manusia, namun cara memaknai dan meresponsnya sangat dipengaruhi oleh agama...

    Sintesis Politik Berkeadilan dan Demokrasi: Dar...

    Pendahuluan Politik dalam pandangan Islam tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan, tetapi juga dengan keadilan dan tanggung jawab. Nilai tersebut...

    28 Oct 2026

    Ekosistem Bebas Korupsi: Utopia atau Realita?

    1. PENDAHULUAN Korupsi masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan nasional di Indonesia (Transparency International, 2023). Prak...

    11 Apr 2026
    back to top