Hanna Nasyroh Hsb • Sep 13 2026 • 53 Dilihat

Kalau ahli gizi bilang tubuh kita butuh makanan seimbang, lalu “makanan” apa yang dibutuhkan akhlak kita? Jawabannya ada di judul esai ini. “Makanan” untuk akhlak kita adalah sifat-sifat yang telah diteladankan oleh Nabi kita. Mengapa sih keempat sifat itu perlu diteladani?
Coba bayangkan ada seorang karyawan yang suka berbohong kepada atasannya. Apakah pekerjaannya akan baik? Tentu tidak. Lalu karyawan tersebut tidak amanah menjalankan tugasnya. Tentu itu akan merugikan perusahaan. Parahnya lagi, dia mengajak karyawan lain mengikuti langkahnya. Dari situ terlihat bahwa karyawan tersebut sangat jauh dari implementasi Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah. Bukan hanya merugikan diri sendiri, namun juga orang lain.
Namun bayangkan jika ia menerapkan keempat sifat tersebut. Dia pasti akan menjadi karyawan teladan dan juga mengajak karyawan lain lebih disiplin dalam pekerjaan. Itulah mengapa sifat-sifat tersebut sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, agar menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama.
Esai ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya meneladani keempat sifat tersebut, agar kita bisa menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama.
Sifat pertama yang wajib diteladani adalah Siddiq. Secara bahasa, siddiq artinya benar, sedangkan secara istilah ialah sifat jujur dalam perkataan dan perbuatan. Pentingnya sifat ini telah ditegaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 70:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar” (QS. Al-Ahzab [33]: 70).
Ayat ini memerintahkan kita untuk berkata benar. Rasulullah SAW sendiri diberi gelar Al-Amin dan As-Siddiq karena kejujurannya. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin menyatakan bahwa kejujuran merupakan pondasi dari seluruh akhlak mulia (Al-Ghazali, dalam Ihya’ Ulumuddin). Hal ini juga didukung oleh kajian modern: penelitian Zak (2017) yang dipublikasikan di Harvard Business Review menemukan bahwa karyawan pada organisasi dengan tingkat kepercayaan tinggi melaporkan keterlibatan kerja (engagement) 76% lebih tinggi dibandingkan organisasi dengan tingkat kepercayaan rendah. Dalam praktik profesi nanti, seorang ahli gizi harus bersikap siddiq, misalnya dalam penyuluhan ilmu gizi di rumah sakit yakni dengan menyampaikan asesmen gizi kepada pasien tanpa menyembunyikan sesuatu, juga pada penyajian komposisi pangan yang aman bagi pasien sehingga tidak merugikan pihak manapun.
Sifat kedua yang tidak kalah penting dalam penerapan sehari-hari adalah Amanah. Secara bahasa Amanah berarti dapat dipercaya, sedangkan secara istilah Amanah adalah sifat tanggung jawab dalam memegang suatu kepercayaan. Sifat ini menjadi pondasi utama dalam membangun kepercayaan publik dan menjalankan kekuasaan dengan integritas.
Pentingnya sifat Amanah telah tercantum dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 58:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا
“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. An-Nisa [4]: 58).
Ayat ini memerintahkan kita untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Selain itu, hal ini juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW: “Tunaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu, dan janganlah engkau mengkhianati orang yang mengkhianatimu” (HR. Abu Dawud, No. 3535; At-Tirmidzi, No. 1264 hasan gharib). Para ulama seperti Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa orang yang amanah adalah orang yang menjaga semua titipan, baik berupa harta, jabatan, maupun ilmu (An-Nawawi, dalam Riyadhus Shalihin).
Dari hasil analisis saya, orang yang memiliki sifat amanah memiliki peluang lebih besar untuk maju karena selalu dipercaya dalam setiap kesempatan. Amanah bukan hanya sekadar menjaga titipan barang berharga, tetapi juga merupakan cerminan integritas dan keimanan seseorang, sebagaimana yang ditegaskan dalam hadis di atas.
Dalam praktik profesi sebagai ahli gizi, sifat amanah harus diterapkan secara nyata. Seorang ahli gizi memegang amanah besar dalam mengurangi status gizi buruk di Indonesia. Amanah tersebut diwujudkan dengan menyusun menu dan memberikan konseling secara jujur dan tepat, tidak membeda-bedakan pasien, serta menjaga kerahasiaan medis pasien.
Sifat ketiga yang sangat perlu kita ketahui adalah Fathonah. Di zaman sekarang, Fathonah bukan hanya sifat yang perlu diterapkan, tetapi sudah menjadi syarat untuk bertahan hidup dan menjaga keimanan.
Secara bahasa Fathonah berarti cerdas, sedangkan secara istilah Fathonah adalah kecerdasan yang mencakup tidak hanya kepintaran akademik, tetapi juga kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Allah berfirman dalam Q.S. Al-Mujadalah ayat 11:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (QS. Al-Mujadalah [58]: 11).
Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu dan kecerdasan sangat dimuliakan dalam Islam.Selain itu, ulama seperti Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa Fathonah adalah kemampuan memahami sesuatu dengan cepat dan tepat, serta mampu mengambil hikmah darinya (Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, dalam karya-karyanya).
Hal ini juga didukung oleh kajian masa kini. Di era revolusi industri 4.0 dan kemunculan Artificial Intelligence(AI), tuntutan terhadap kecerdasan manusia semakin tinggi. Laporan McKinsey Global Institute (2023) memperkirakan bahwa aktivitas yang mencakup hingga 30% jam kerja di Amerika Serikat berpotensi terotomatisasi pada tahun 2030 (McKinsey Global Institute, 2023). Namun, AI tidak memiliki empati, etika, dan kebijaksanaan. Oleh karena itu manusia harus unggul di aspek itu. Kecerdasan manusia harus diarahkan pada kreativitas, etika, dan kebijaksanaan yang tidak dimiliki AI.
Dari hasil analisis saya, seorang ahli gizi wajib memiliki sifat fathonah. Dalam dunia kerja, ahli gizi harus bijak dan cepat dalam mengambil keputusan saat ada kondisi pasien yang mendadak. Selain itu, ahli gizi juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, misalnya dengan menguasai AI untuk membantu perhitungan analisis gizi, pengolahan data pasien, dan pembuatan menu yang lebih efektif dan efisien.
Sifat terakhir dari empat sifat wajib rasul adalah Tabligh. Apa itu sifat tabligh? Mari kita bahas bersama.
Secara bahasa, tabligh artinya “menyampaikan” atau “sampai”. Sedangkan secara istilah, tabligh artinya menyampaikan wahyu, ajaran, dan risalah dari Allah SWT kepada umat manusia tanpa adanya kecurangan atau disembunyikan. Tabligh merupakan salah satu sifat wajib bagi Rasul, dan kita sebagai umat juga harus tetap meneladaninya, sebagaimana kita meneladani ketiga sifat lainnya. Pentingnya sifat tabligh ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Ma’idah ayat 67:
“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu” (QS. Al-Ma’idah [5]: 67).
Penerapan sifat tabligh diwariskan kepada seluruh umat, sebagaimana pesan Rasulullah SAW: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari, No. 3461). Ibrahim Imam, dalam kajiannya tentang prinsip-prinsip informasi Islam, mendefinisikan tabligh bagi umat saat ini sebagai aktivitas memberikan informasi yang benar, pengetahuan yang faktual, dan hakikat yang menolong manusia keluar dari kesulitan (Ibrahim Imam, dalam Al-Ushul al-I’lan al-Islamy).
Sebagai ahli gizi, penerapan tersebut tentunya sangat relevan. Seorang analis gizi harus menyampaikan hasil analisis sebagaimana adanya kepada pasien tanpa menyembunyikan sesuatu. Selain itu, harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan santun agar pesan dapat diterima dengan baik oleh pasien. Contohnya, saat menangani ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis, seorang ahli gizi wajib menjelaskan dengan jujur bahwa ia harus menambah asupan protein dan zat besi agar janin tumbuh sehat. Begitu juga pada kasus stunting, ahli gizi harus menyampaikan secara terbuka faktor penyebab dan cara pencegahannya kepada orang tua, seperti pentingnya MPASI yang bergizi. Jika informasi disembunyikan atau dilebih-lebihkan, maka ibu dan anak bisa terlambat mendapat penanganan dan berisiko mengalami gangguan kesehatan serius.
Dengan demikian, sifat tabligh mengajarkan kita untuk selalu jujur dan amanah dalam menyampaikan ilmu. Bagi seorang ahli gizi, meneladani sifat ini berarti menjadi penyampai edukasi yang terpercaya demi terwujudnya generasi yang sehat dan cerdas.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa keempat sifat wajib Rasul Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah bukan sekadar nilai spiritual yang berhenti di ranah teori, melainkan kompetensi karakter yang menopang langsung profesi ahli gizi. Siddiq menjadi dasar kejujuran dalam mengolah dan menyampaikan data gizi; Amanah menuntut ahli gizi menjaga kepercayaan pasien dan kerahasiaan data; Fathonah mendorong ketepatan dan kecepatan berpikir dalam mengambil keputusan klinis maupun memanfaatkan teknologi; dan Tabligh menuntut kemampuan berkomunikasi secara jujur, jelas, dan santun agar edukasi gizi benar-benar sampai dan dipahami masyarakat.
Keempat sifat ini saling menguatkan: kejujuran tanpa kecakapan akan sulit menemukan solusi yang tepat, sementara kecerdasan tanpa amanah berpotensi disalahgunakan. Di era disrupsi informasi saat ini, ketika hoaks gizi mudah menyebar dan kepercayaan publik terhadap tenaga kesehatan mudah tergerus, keempat sifat ini menjadi benteng utama yang menjaga ahli gizi tetap kredibel dan dipercaya masyarakat.
Oleh karena itu, penguatan karakter Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah perlu dimulai sejak masa perkuliahan, tidak hanya melalui mata kuliah, tetapi juga dibiasakan dalam organisasi dan praktik lapangan, sehingga menjadi kebiasaan yang melekat, bukan sekadar pengetahuan yang dihafal. Dengan begitu, diharapkan lahir generasi ahli gizi Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, dan keberkahan dalam ilmunya. Semoga kita semua mampu menjadi agen perubahan gizi yang jujur, amanah, cerdas, dan komunikatif yang diridhoi Allah SWT. Aamiin.
Al-Qur’an dan Terjemahnya. Kementerian Agama Republik Indonesia
Al-Bukhari, Muhammad bin Isma’il. Shahih al-Bukhari, No. 3461.
Abu Dawud, Sulaiman bin Al-Asy’ats. Sunan Abu Dawud, No. 3535.
At-Tirmidzi, Muhammad bin ‘Isa. Sunan At-Tirmidzi, No. 1264.
McKinsey Global Institute. (2023). Generative AI and the Future of Work in America. McKinsey & Company.
Zak, P. J. (2017). The Neuroscience of Trust. Harvard Business Review, 95(1), 84–90.
Budoyo, S., Pratama, P. A., & Sholihah, N. F. (2024). Urgensi kode etik guru dalam membangun integritas pendidik. Halaqatuna: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 1(2), 59–68. https://ejournal.umkla.ac.id/index.php/halaqatuna/article/download/2120/596/
Masoem University. (2022). Dokumen pedoman etika profesi dan karakter akademis. Penerbit Masoem University.
Sani, R. A., & Kadri, M. (2021). Pendidikan karakter: Mengembangkan karakter anak yang islami. Bumi Aksara.
STAI Al-Bahjah. (2023). Modul pembelajaran: Meneladani empat sifat wajib bagi Rasulullah. Pusat Studi Islam STAI Al-Bahjah.
Universitas Muhammadiyah Klaten. (2023). Kurikulum dan materi sifat wajib Rasul dalam pendidikan tinggi Islam. LPPM Universitas Muhammadiyah Klaten.
Universitas Negeri Medan. (2022). Modul pembelajaran etika profesi dan integritas akademis. UNIMED Press.
Kontributor: Hanna Nasyroh Hsb
Editor: Ahmad Fauzi, M.Pd.
I. Pendahuluan Profesi bidan merupakan salah satu profesi kesehatan dengan tingkat tekanan kerja yan...
PENDAHULUAN Kebidanan adalah salah satu profesi yang berhadapan langsung dengan peristiwa paling men...
I. Pendahuluan Pelayanan kesehatan tidak hanya berhubungan dengan keberhasilan tindakan klinis, teta...
Pendahuluan Di era modern, profesi kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan ma...
I. Pendahuluan Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang melibatkan berbagai te...
I. Pendahuluan Dunia pelayanan gizi, baik di rumah sakit, puskesmas, industri katering, maupun insti...

1. PENDAHULUAN Korupsi merupakan salah satu permasalahan serius yang dapat menghambat pembangunan, merusak sistem pemerintahan, serta menu...

PENDAHULUAN Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Dalam konteks Indonesia, kedaulatan rak...

1. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidik...

1. PENDAHULUAN Korupsi merupakan salah satu permasalahan utama dalam tata kelola pemerintahan di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. P...

I. Pendahuluan Transisi epidemiologi yang berlangsung di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir telah menggeser pola penyakit dari dominasi pe...

No comments yet.