Breaking News
Categories
  • Akademik
  • Berita
  • Esai Ilmiah
  • Esai Umum
  • Feature
  • Jurnalistik
  • Kajian Ilmiah
  • Kajian Islam
  • Keislaman
  • Keislaman Populer
  • Literasi & Budaya
  • Opini Ilmiah
  • Opini Umum
  • Populer
  • Refleksi Islam
  • Refleksi Umum
  • Resensi Buku
  • Resensi Film
  • Sastra
  • Uncategorized
  • Wawancara
  • Hadist Lima Perkara Sebelum Lima Perkara Sebagai Motivasi Disiplin Akademik

    Sep 06 202631 Dilihat

    Pendahuluan

    Latar Belakang

    Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban manusia. Melalui pendidikan, manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dibentuk nilai-nilai moral, spiritual, serta kepekaan sosial. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab (Rahayu, Rosyadah, & Siswanto, 2025). Namun, perkembangan teknologi dan arus teknologi yang begitu cepat, dan perubahan gaya hidup modern telah membawa tantangan bagi generasi muda. Kemudahan dalam mengakses hiburan dan media sosial sering kali menyebabkan berkurangnya kemampuan individu dalam mengelola waktu secara efektif, menjaga kesehatan diri dari pola hidup yang tidak sehat, memanfaatkan masa dengan kegiatan produktif, mengelola harta dengan bijaksana, serta menyadari kemampuan hidup yang dimiliki. Dampaknya, berbagai kesempatan berharga yang seharusnya dapat digunakan untuk pengembangan kualitas diri dan peningkatan kualitas akademik justru tersia-siakan.

    2. Pernyataan Tesis

    Fenomena tersebut dapat dilihat dari masih rendahnya kesadaran sebagian mahasiswa dalam memanajemen waktu. Itu menjadi tantangan terbesar terutama di mahasiswa kebidanan yang merupakan calon tenaga kesehatan. Padatnya jadwal kuliah, praktikum laboratorium, dan tuntutan dinas rumah sakit/klinik yang menguras energi dan waktu yang di antaranya mengakibatkan tertundanya waktu ibadah, tertundanya waktu untuk makan, tertundanya waktu untuk istirahat, sehingga tak jarang mahasiswa mengalami kondisi tubuh yang tidak sehat, pikiran kacau, hati selalu gelisah, dan lain-lain. Ketika sudah memiliki waktu luang, banyak dari mereka lebih memilih menggunakan waktu tersebut untuk bermalas-malasan, waktu tidur yang panjang dan lain sebagainya.

    Oleh karena itu, pentingnya setiap individu untuk menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Quran dan hadist terutama mengenai pengelolaan waktu sebagai instrumen spiritual dan praktis yang efektif untuk membangun disiplin akademik dan membentuk karakter bidan masa depan yang profesional serta akuntabel. Karena Al-Quran dan hadist merupakan dua sumber utama ajaran Islam yang telah menjadi landasan dalam mengatur kehidupan manusia. Al-Quran sebagai landasan utama dan hadist Nabi Muhammad SAW. sebagai penjelas, penegas, dan pengaplikasian nilai-nilai Al-Quran dalam realitas kehidupan. Salah satu hadist yang mengandung pesan terkait pengelolaan kehidupan adalah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a dan dicantumkan oleh Imam Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, yang berisi sabda Rasullah SAW. untuk memanfaatkan berbagai nikmat dan kesempatan yang dimiliki sebelum datang keadaan yang dapat membatasi atau menghilangkannya. Berikut sabda Rasulullah SAW.,

    ุงุบู’ุชูŽู†ูู…ู’ ุฎูŽู…ู’ุณู‹ุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฎูŽู…ู’ุณู: ุดูŽุจูŽุงุจูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ู‡ูุฑูŽู…ููƒูŽุŒ ูˆูŽุตูุญูŽู‘ุชูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุณูŽู‚ูŽู…ููƒูŽุŒ ูˆูŽุบูู†ูŽุงุกูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ููŽู‚ู’ุฑููƒูŽุŒ ูˆูŽููŽุฑูŽุงุบูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุดูุบู’ู„ููƒูŽุŒ ูˆูŽุญูŽูŠูŽุงุชูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ู…ูŽูˆู’ุชููƒูŽ

    โ€œManfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, waktu luangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum masa kematianmu.โ€ (H.R. Ibnu Abi Ad-Dunya, Al-Hakim no.7846, dan Al-Baihaqi no.10248). (Bahar, 2015)

    Secara teoritis, pendidikan Islam menempatkan manusia sebagai makhluk yang memiliki tanggung jawab untuk mengelola potensi diri dan nikmat Allah SWT. sebagai bentuk pengabdian dan amanah kepada-Nya. Hadist tentang menjaga lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain sejalan dengan tujuan pendidikan Islam yang menekankan pembentukan insan yang beriman, berilmu, berakhlak, serta mampu mengelola kehidupannya secara seimbang baik dunia maupun akhirat.

    Pembahasan

    ย 1. Konseptualisasi hadist dalam konteks disiplin Akademik

    Kedisiplinan merupakan sebuah metode pendidikan Islam yang sangat efektif dan tentunya menjadi poin penting untuk diterapkan dalam kehidupan. Karena dengan adanya kedisiplinan akan mempengaruhi seseorang pada kebiasaan, tingkah laku, dan sikap yang baik. Sejalan dengan konsep kedisiplinan, Islam menganjurkan bagi pemeluknya untuk bersikap disiplin. Disiplin yang dimaksud dalam hal ini bukan hanya patuh terhadap aturan saja, melainkan patuh atau disiplin juga terhadap waktu (YN & Harmaini, 2025). Sebagai contoh, seperti nilai-nilai yang terkandung di dalam hadist riwayat Ibnu Abbas r.a tentang lima perkara sebelum datang lima perkara, yaitu beberapa di antaranya masa muda sebelum masa tua, waktu luang sebelum waktu sibuk, dan sehat sebelum sakit.

    Masa muda sebelum masa tua

      Manfaatkan masa muda dengan melakukan kegiatan produktif, sebelum dibatasinya melakukan kegiatan saat di masa tua. Dapat kita ambil contoh dalam hal beribadah. Banyak individu yang anggap remeh tentang masalah ini, mereka beranggapan saat di masa tua sajalah akan rutin untuk beribadah. Sedangkan di masa muda merupakan periode yang tepat untuk memulai semangat ibadah karena pada usia tersebut seseorang umumnya memiliki semangat dan energi. Sehingga di masa tua, aktivitas ini telah menjadi kebiasaan yang telah rutin dilakukan.

      Pada mahasiswa kebidanan yang kerap kali memiliki jadwal kuliah yang padat dan waktu yang terbatas. Tetap saja ibadah harus dilakukan di sela-sela kesibukan tersebut. Karena, Allah SWT. mempermudah kehidupan hamba-Nya mengikut kebiasaan hamba-Nya dalam beribadah. Sebagai contoh, seorang mahasiswa kebidanan yang memanfaatkan masa mudanya dengan sungguh-sungguh akan lebih giat mempelajari teori, mengikuti praktikum, serta mengasah keterampilan klinik sejak dini. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting ketika nantinya terjun ke lapangan untuk memberikan pelayanan kepada ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, dan keluarga.

      Waktu luang sebelum sibuk

      Sebagai mahasiswa muslim yang taat, tidak seharusnya kita membiarkan masa luang berlalu begitu saja, tanpa sedikit pun menyempatkannya untuk diri sendiri dengan kegiatan positif. Dalam kondisi apa pun yang selalu berubah-ubah, waktu luang merupakan nikmat dari kelapangan yang diberikan Allah SWT. Ada sebuah ungkapan bijak dari seorang ulama tentang nasihat waktu yang lapang, yaitu โ€œwaktu kosong dan lapang dari kesibukan merupakan nikmat yang besar. Jika seorang hamba mengambil kesempatan pada waktu kosong untuk memuaskan hawa nafsunya, maka ia dikatakan telah mengkufurkan nikmat.โ€ Menyegerakan apa yang bisa dilakukan hari ini walau dalam bentuk yang kecil sekalipun, apalagi jika hal itu menyangkut dengan kehidupan di akhirat kelak maka lakukanlah. Karena bagaimanapun hal itu bisa menjadi salah satu penyebab terhapusnya dosa-dosa, dan sudah tentu mendapatkan pahala.

      Selain itu, pemanfaatan waktu sebelum datang kesibukan dapat diwujudkan dengan menyelesaikan tugas akademik tepat waktu, mempersiapkan diri sebelum praktik klinik, dan aktif mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi. Mahasiswa yang terbiasa disiplin dalam mengatur waktu cenderung lebih siap menghadapi tuntutan profesi bidan yang sering kali memerlukan kesiapsiagaan selama 24 jam dalam memberikan pelayanan kesehatan. Misalnya, seorang mahasiswa kebidanan yang memanfaatkan waktu luangnya untuk mempelajari prosedur pemeriksaan anetenatal dan berlatih keterampilan klinik secara mandiri akan lebih percaya diri saat menghadapi praktik lapangan. Sebaliknya, mahasiswa yang sering menunda belajar dapat mengalami kesulitan dalam memahami prosedur pelayanan dan beradaptasi dengan tuntutan praktik profesi. Ilustrasi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan waktu secara bijaksana sebagaimana diajarkan dalam hadist memiliki dampak nyata terhadap kesiapan calon bidan dalam memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas.

      Masa sehat sebelum sakit

      Sehat menjadi sarana dan penunjang yang bersifat urgen dalam hidup manusia. Dengan kondisi sehat, kita bisa beraktivitas dengan baik dan normal. Sungguh, kesehatan merupakan salah satu nikmat yang sangat agung yang diberikan Allah SWT. sehingga Rasulullah SAW. bersabda, โ€œBarang siapa berada pada waktu pagi dalam keadaan aman tenteram, badannya sehat, dan memiliki persediaan makanan yang cukup, maka seolah-olah dikumpulkan seluruh dunia untuknya.โ€(H.R Bukhari). Dalam profesi kebidanan, kesehatan fisik dan mental merupakan aspek yang sangat penting karena bidan dituntut memiliki ketahanan dalam menjalankan tugas pelayanan yang memerlukan konsentrasi, ketelitian, dan tanggung jawab yang tinggi. Oleh karena itu, mahasiswa kebidanan perlu membiasakan pola hidup sehat agar dapat menjalani proses pendidikan dan praktik secara optimal.

      2. Urgensi disiplin akademik bagi calon bidan

      Tuntutan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu semakin berkembang sejalan dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat. Keamanan pelayanan yang berhubungan dengan keselamatan pasien merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan kesehatan. Keselamatan pasien erat hubungannya dengan layanan medis yang ditampakkan melalui performa tenaga kesehatan dalam memberi layanan. Kualitas personal mengacu pada kualitas tenaga kesehatan dalam menyediakan pelayanan. Keadaan ini meliputi ke tanggapan, keandalan, keramahan, termasuk interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien, serta perhatian (Yani, 2023).

      Ke tanggapan berkaitan erat dengan disiplin. Personal karakter terutama disiplin, terjadi di setiap lini kehidupan dimulai dari masa pendidikan awal. Sehingga, disiplin mahasiswa di kampus merupakan cerminan disiplin saat menangani pasien di ruang bersalin kelak.

      3. Strategi Implementasi hadist untuk manajemen waktu

      Manajemen waktu dalam Islam adalah proses mengatur dan mengalokasikan waktu secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan hidup yang sesuai dengan syariat dan nilai-nilai Islam. Hal ini melibatkan pengaturan waktu untuk ibadah, kegiatan duniawi, dan kegiatan yang mendukung pertumbuhan pribadi. Dengan memanfaatkan waktu secara bijak, umat Islam dapat mencapai kesuksesan dunia dan akhirat, serta meningkatkan kualitas hidup dan ibadah. Dalil Al-Quran dan Hadist seperti Q.S Al-Asr: 1-3 dan H.R Bukhari โ€œManfaatkan lima sebelum limaโ€ menekankan pentingnya mengatur waktu dengan bijak. Manajemen waktu yang efektif juga melibatkan penghindaran dari kegiatan yang sia-sia dan tidak berguna. Dengan cara  ini, umat Islam dapat memaksimalkan waktu mereka untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat.

      Dalam kehidupan modern, manajemen waktu menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting. Perkembangan teknologi, meningkatnya kompleksitas pekerjaan, dan tekanan sosial membuat banyak orang merasa kekurangan waktu. Dalam konteks ini, pesan hadist Rasulullah SAW. tentang โ€œmanfaatkan lima perkara sebelum lima perkaraโ€ menjadi sangat relevan. Pertama, masa muda adalah periode penuh potensi yang sering kali terabaikan karena pengaruh gaya hidup hedonis dan distraksi teknologi. Kedua, kesehatan menjadi modal penting dalam menjalani kehidupan modern yang penuh tekanan. Pola hidup sehat, olahraga teratur, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan istirahat adalah bagian dari manajemen waktu yang sejalan dengan pesan Rasulullah SAW. untuk memanfaatkan masa sehat sebelum sakit. Ketiga, hadist ini relevan dalam mengingatkan pentingnya manajemen keuangan di era yang sering kali mendorong gaya hidup konsumtif. Dengan memanfaatkan kekayaan secara bijak seperti menabung, berinvestasi, dan bersedekah, seseorang dapat menciptakan stabilitas finansial dan memberikan manfaat sosial yang lebih luas. Keempat, waktu luang di era digital sering kali terbuang sia-sia karena pengaruh media sosial dan hiburan. Islam mengajarkan pentingnya mengisi waktu luang dengan hal-hal produktif, seperti menambah ilmu, memperbanyak ibadah, atau berkontribusi pada masyarakat. Terakhir, hadist ini menjadi pengingat bahwa hidup adalah kesempatan untuk beramal sebelum datangnya kematian. Di tengah kesibukan modern, banyak orang terjebak dalam rutinitas duniawi dan lupa pada tujuan hidup yang hakiki. Dengan mengutamakan amal kebaikan dan menjalani hidup yang bermakna, manusia dapat mencapai keberkahan di dunia dan akhirat. Pesan ini tidak hanya memberikan panduan spiritual, tetapi juga mengajarkan strategi praktis dalam menghadapi tantangan kehidupan modern (Fauzan & Zainarti, 2025).

      Implementasi manajemen waktu dalam kehidupan melibatkan penetapan tujuan jangka pendek dan panjang, pembuatan jadwal harian/mingguan, dan prioritasi kegiatan. Penggunaan teknologi seperti aplikasi pengelola waktu juga dapat membantu mengatur jadwal. Evaluasi harian dan perbaikan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan kesesuaian jadwal. Dengan demikian, manajemen waktu yang baik dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi stres, meningkatkan kualitas hidup dan kesadaran spiritual. Individu juga dapat merasakan ketenangan jiwa dan kebahagiaan karena mampu mengatur waktu dengan bijak.  Sebagai contoh, seorang mahasiswa kebidanan yang akan menjalani praktik klinik dapat meluangkan waktu setiap hari untuk meninjau kembali materi pemeriksaan kehamilan, mempersiapkan laporan praktik, dan mengerjakan tugas sebelum tenggat waktu. Dengan pengelolaan waktu yang baik, mahasiswa dapat menghindari kebiasaan menunda pekerjaan serta lebih siap menghadapi kegiatan akademik dan praktik lapangan.

      Penutup

      Kesimpulan

      Hadist lima perkara bukan sekadar nasihat agama pasif, melainkan sebuah metode manajemen waktu visioner yang sangat linier dengan tuntutan dunia kebidanan. Pesan yang terkandung dalam hadist tersebut sangat relevan dalam kehidupan akademik karena mengajarkan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran dalam memanfaatkan masa muda, kesehatan, waktu luang, serta berbagai fasilitas yang dimiliki untuk menuntut ilmu.

      Penerapan nilai-nilai hadist dalam kehidupan akademik dapat membantu mahasiswa menghindari kebiasaan menunda pekerjaan, meningkatkan motivasi belajar, serta membentuk karakter yang lebih produktif dan bertanggung jawab. Dengan demikian, hadist lima perkara sebelum lima perkara dapat dijadikan sebagai pedoman dalam membangun disiplin akademik guna mencapai keberhasilan belajar dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

      Saran

      Pada akhirnya, disiplin akademik bagi seorang mahasiswa kebidanan bukan sekadar tentang mengejar nilai atau kelulusan tepat waktu. Mengamalkan hadist lima perkara sebelum datang lima perkara adalah bentuk pertanggungjawaban iman sekaligus persiapan kemanusiaan. Sebab, setiap detik waktu yang digunakan untuk disiplin belajar hari ini, adalah investasi keselamatan bagi nyawa ibu dan bayi yang akan ditolong di masa depan.

      Daftar Pustaka

      Bahar, K. E. (2015). GUNAKAN 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA. Yogyakarta: DIVA Press.

      Fauzan, M., & Zainarti. (2025). Analisis Hadist “Manajemen Waktu”. Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen Bisnis, 269-277. doi:https://doi.org/10.55606/jekombis.v4i1.4794

      Rahayu, T., Rosyadah, M., & Siswanto, A. (2025). KECERDASAN INTELEKTUAL(IQ), KECERDASAN EMOSISONAL(EQ), KECERDASAN SPIRITUAL(SQ) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA. Jurnal Misbahul Ulum(Jurnal Institusi), 196-212.

      Yani, L. Y. (2023). Urgensi pendidikan karakter di institusi pendidikan kesehatan di Indonesia. Jurnal Pendidikan Karakter, 73-81. doi:http://dx.doi.org/10.21831/jpka.v14i1.54137

      YN, M., & Harmaini. (2025). Konsep Kedisiplinan Pelajar dalam Perspektif Hadis. Jurnal Peradaban Islam, 176-189.

      Kontributor:ย Adzmiratul Munawarah

      Editor:ย M. Jamaluddin Afghoni, M.Pd.

      Share to

      Related News

      Kompetensi Klinis dan Kedalaman Spiritua...

      by Shofwatun Nisa Sep 17 2026

      I. Pendahuluan Profesi bidan merupakan salah satu profesi kesehatan dengan tingkat tekanan kerja yan...

      Akhlak Kepada Allah Sebagai Fondasi Spir...

      by Selvi Hertati Br Simbolon Sep 17 2026

      PENDAHULUAN Kebidanan adalah salah satu profesi yang berhadapan langsung dengan peristiwa paling men...

      Cinta Allah pada Keindahan sebagai Landa...

      by Naswa Nabila Putri Sep 16 2026

      I. Pendahuluan Pelayanan kesehatan tidak hanya berhubungan dengan keberhasilan tindakan klinis, teta...

      Benteng Akhlak Ahli Gizi dalam Menghadap...

      by Anggun Rizqiyana Sep 15 2026

      Pendahuluan Di era modern, profesi kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan ma...

      Budaya Kerja Berbasis Nilai Ihsan dalam ...

      by Mutiara Situmorang Sep 15 2026

      I. Pendahuluan  Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang melibatkan berbagai te...

      Kisah Penumpang Kapal dalam Hadis Nabi s...

      by Jennysa Maulani Sep 15 2026

      I. Pendahuluan Dunia pelayanan gizi, baik di rumah sakit, puskesmas, industri katering, maupun insti...

      No comments yet.

      Please write your comment.

      Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

      *

      *

      Jurnal Dedikasi

      Jurnal Madani

      Jurnal Cendekia

      Other News

      Kerugian Negara Akibat Korupsi di Indonesia: St...

      1. PENDAHULUAN Latar Belakang Korupsi di Indonesia telah menjadi masalah sistemik yang menggerogoti fondasi ekonomi, hukum, dan sosial bangsa. M...

      Konsep Al-‘Ilm Al-Nafi’ sebagai Kom...

      I. Pendahuluan Ilmu pengetahuan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Sejak wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, Isl...

      28 Aug 2026

      Sinergi Hakikat Manusia dan Kompetensi Keperawa...

      I. Pendahuluan Latar Belakang Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan di masyarakat. Penyakit...

      Budaya Kerja Berbasis Nilai Ihsan dalam Pelayan...

      I. Pendahuluan  Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang melibatkan berbagai tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan ke...

      15 Sep 2026

      Korelasi Agama Islam dan Kebahagiaan Perspektif...

      PENDAHULUAN Peradaban modern abad ke-21 telah mencapai kulminasi baru yang mengagumkan dalam hal kenyamanan material, efisiensi teknologi, dan k...

      12 Jun 2026
      back to top